kini seberkas sinar akan kau tempuh dengan bertambah usia, esok kau telah dewasa dan esok pula kau telah siap menghadapi akan arti tentang penghuni pelanet ini. dimana sosialnya yang terkadang mengbingungkan dan membuat berbagai pertanyaan yang aneh yang sering sulit untuk di jawab.
hai... kau bidadari kecilku, genggamlah tanganku, rangkulah aku untuk jadi pendampingmu dalam menempuh hitungan detik dalam tiap harimu, dan bersandarlah di bahuku dikala kau terlelah karena aku takan pernah jauh dari hatimu. lihatlah bidadari kecilku, kini kau beranjak dewasa dan kau tahu bahwa segala sesuatunya adalah mimpi dan harapan saat usiamu bertambah. doa ku untukmu adalah tetesan cinta dan sayang yang akan aku curahkan dari sini, dari hati ini dan dari cinta kita. bidadari kecilku "happy birthday" semua doa terbaik yang ada di dunia ini ingin aku kumpulkan. walau aku tahu semua doa itu takan cukup jika aku letakan di atas bumi ini, tapi aku tak peduli tentang berapa besar dan luasnya tempat untuk menampung doa yang terbaik yang sering terucap. karena saat ini aku tahu kau yang membutuhkan doa - doa itu, tapi tenang bidadariku semua doa itu telah aku kumpulkan dalam wadah cinta ini, cinta yang begitu besar dan luas hanya untumu.
hai bidadari kecilku, lihatlah kini kau tersenyum dan kau harus tahu senyumu adalah keindahan yang membuat semua mahkluk didunia ini merasa iri. dan aku tahu bahwa akulah yang paling beruntung yang bisa mengabadikan senyummu dalam hatiku. maka tersenyumlah bidadari kecilku, tersenyum untuk hari ulang tahunmu ini, tersenyumlah dalam hati ini dan tersenyumlah dalam keabadian cinta kita.
happy birthday my little angel, semoga bertambah dewasa dirimu maka segala sesuatu yang terbaik selalu menghampirimu dan hinggap dalam kehidupanmu selamanya.
aku ada, aku hidup itu sudah cukup untuk memperjuangkan keadaanku. jangan merasa rendah diri, Tuhan tidak membuat produk massal dan dia membuatku secara personal. buktinya hanya ada satu einsten di dunia ini dan hanya ada satu aku.
Kamis, 06 September 2012
Rabu, 04 Juli 2012
"Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years"
denting malam telah berbunyi dan jam dinding menunjukan waktunya beristirahat dan untuk segera melupakan aktifitasku di siang hari tadi. melupakan aktifitasku yang tidak memberiku pilihan lain sebagai seorang pegawai. kini suasana di luar sana mulai terasa membisu dan hanya hembusan dingin angin malam yang memasuki celah jendela ruangan ini, sekali lagi aku harus segera terlelap dalam tidur untuk bisa menyongsong aktifitasku esok hari walau aku tahu aktifitasku hanya itu - itu saja dan cukup mebosankan..
lagi - lagi mataku tidak bisa diajak kompromi untuk malam ini, mata ini seakan membuat seluruh sistem syaraf di tubuh ini untuk tetap terjaga menemaninya. ada apa dengan malam ini yang membuat mataku tidak bisa terpejam oleh rasa lelah aktifitasku...???
ohhhh ternyata keadaan ini berawal dari apa yang dirasa hati belakangan ini, hati ini sedang merasakan kekuatan dan anugerah hebat berupa cinta. dan dia sosok bidadari kecil yang hinggap dihati membuat malamku tak berdaya melawan rasa yang indah dan hebat dibalik suasana letih dan dinginya malam ini. rasa yang indah ini ditemani sebuah lagu indah Christina Perri - A Thousand Years membuat aku melayang dan tak peduli apa yang terjadi malam ini.
cintah itu panggilan dia, panggilan yang membuat hari - hariku indah untuk memulai dan mengakhiri segala rutinitas aktifitas yang aneh. dan seakan lirik lagu yang aku nikmati malam ini ingin selalu aku nyanyikan buat dia walau aku tahu aku tidak berbakat dalam bidang menyanyi. tapi ini tentang cinta, tentang apapun yang terkadang aku tidak untuk memperdulikan apapun pula. seperti halnya "Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years" dan aku juga tidak tahu tentang kalimat ini definisinya apa. tetapi untuk saat ini aku seperti wajib mengucapkan kalimat itu di hadapannya walau aku tidak mengerti akan apa yang terjadi hari esok. sekali lagi ini tentang cinta, dan ini adalah harapan yang ingin aku katakan dari kalimat itu untuk dia sang bidadari kecilku.
kini smile berawal dipagi hari ketika beberapa buah kata terhampar jadi kalimat yang dia sampaikan walau itu hanya kalimat sederhana, tapi ini bukan tentang kalimatnya tetapi ini cinta dan dia. dan kalimat pagi dari dia yang membuat aku terasa mudah untuk melakukan apapun yang akan aku hadapi. itulah pagi hebat yang dia berikan untukku, suatu hal yang hebat yang membuat aku semakin siap melawan rutinitas aneh.
walau kini malam telah larut dan aku sadar bahwa besok aktifitasku akan menguras pikiran dan emosionalku, tetapi aku katakan kepada esok bahwa aku akan ada dalam kekuatan cinta, kekuatan cinta dia dan aku yang akan selalu menemani melawan hari - hari yang kami lalui dan sekali lagi aku katakan "Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years"
Jumat, 29 Juni 2012
tentang coach
hampir satu bulan penuh gue belum lagi buka blog dan membuang beberapa kata yang menjadi hamparan kalimat. terakhir kali gue menulis itu tanggal 02 Juni 2012, dan saat itu gue menulis tentang bidadari yang hinggap di pikiran kepala ini. dan untuk sekarang gue juga bingung mau menulis apa dalam blog ini. yang pasti begini deh, daripada gue bingung - bingun dengan apa yang mesti gue pikirkan untuk memberi kata - kata pada blog ini, mendingan gue share dari apa yang gue baca di blog teman gue.
teman gue memang pintar menulis kayanya walau gue juga gak tahu apa dia benar - benar pintar menulis dan punya bakat dalam bidang tulis. tetapi tulisan dia sangat bagus dan dapat dengan cepat gue mengerti, setiap gue mulai menulis dalam blog ini gue pasti baca dulu blog dia sebagai acuan dan motivator dalam tulisan gue. karena gue pikir dia tipe anak yang hebat yang tak selalu menjadikan lingkungan dan apa yang dilihat oleh sebagai tuntutan hidup dia. seperti dia bilang dalam tulisannya :
ini dia tulisannya " Gue sering ngerasa malu juga setelah dipikir-pikir lagi. Songong banget hidup yang udah hampir 20 sekian tahun ini *eehm... gue selalu berpikir gue ini udah mandiri se mandiri-mandirinya deh. Gue emang jarang banget melibatkan banyak orang dalam urusan yang gue anggep pribadi. Tapi bukan berarti gue ga butuh orang lain ya... Ini cuma masalah biasa dan enggak biasa aja kok. Biasanya buat hal-hal yang gue anggep udah bisa gue selesein sendiri, ya gue ga bakalan banyak omong. Dan malah gue suka lupa kalo gue lagi ada masalah.haha...maap aja gue bukan tipe yang suka mikir-mikir begitu ya. Kadang-kadang kalo lagi gondok banget atau lagi sensi banget dan ga ada penyalurannya sama sekali *secara maki-maki orang yang lagi gue keselin juga enggak bisa* biasanya gue nulis. yang paling gampang si nulis kutukan di status twitter. Mulut gue lebih berbahaya kalo udah menyumpah serapah begitu ya...beware!!! Ortu juga jarang banget terlibat dalam masalah-masalah gue, itu adalah salah satu kehebatan gue juga karena dapet kepercayaan penuh dari Ortu. *Maaf walau sebenernya udah banyak ngecewain*. Bersyukur banget gue bisa punya orangtua yang enggak terlalu ikut campur dan sangat pengertian sama anaknya yang songong. Trims ya...mom & dad *Ehhm.. Akhir-akhir ini berhubung tanggal ulang tahun gue yang semakin deket, gue jadi sering keingetan juga. selama 20 sekian tahun ini seinget gue belom pernah gue ngambil satu keputusan yang "Besar", yang berarti itu bakalan nentuin kemana arah hidup gue ini untuk seterus seterusnya lagi. Gue tipe yang lurus-lurus aja. Saking lurusnya sampe-sampe di depan ada tembok,ada tong sampah, ada jurang juga gue masih tetep jalan lurus.hahaha.... Gue udah sangat mandiri dan hidup terpisah dari orang tua gue. Tapi gue belom bisa mutusin hidup gue ni mau di apain???? Gue si baru menikmati semua yang ada depan mata aja. Gue sama sekali belom ngambil putusan apapun tentang harus gimana, ngapain, apa yang gue mau, atau apa lah gitu... Kepikiran juga baru sekarang :p. Kayanya gue emang harus banyak-banyak baca buku rohanin biar punya tujuan hidup apa ya??? saking wolesnya gue sama hidup.... Gue liat temen-temen gue ada yang begini, ada yang begitu, yang sedih karena ini, yang punya masalah itu, yang udah jadi anu, yang masih berusaha jadi anu, rasanya gue seolah-olah keluar dari proses itu ya??Gue enggak pernah tau kemana takdir bakalan mendaratkan gue, seharusnya si enggak jelek-jelek banget takdir hidup gue ya??hahhaa... amiiiiiiiin!!!!
tulisan ini keren, kriteria yang di tulis menggambarkan itulah dia. sosok yang selalu bisa menghadapi dan menikmati hidupnya sendiri, dan itu sungguh luar biasa. dan itulah yang kenapa gue selalu bilang dia "coach" dan itu pas banget buat panggilan dia. jadi pengen tahu tentang hidupnya, pengen gue gali semua pengalaman hidup dia untuk jadi buku panduan gue.
"coach, kau hebat kali bah" mungkin kalimat yang tepat gue bilang secara tempat gue berdirih saat ini adalah ranah Medan :D. sekali lagi coach, tulisan hebat... ni dia orangnya ---> (@ay_ayro)
teman gue memang pintar menulis kayanya walau gue juga gak tahu apa dia benar - benar pintar menulis dan punya bakat dalam bidang tulis. tetapi tulisan dia sangat bagus dan dapat dengan cepat gue mengerti, setiap gue mulai menulis dalam blog ini gue pasti baca dulu blog dia sebagai acuan dan motivator dalam tulisan gue. karena gue pikir dia tipe anak yang hebat yang tak selalu menjadikan lingkungan dan apa yang dilihat oleh sebagai tuntutan hidup dia. seperti dia bilang dalam tulisannya :
ini dia tulisannya " Gue sering ngerasa malu juga setelah dipikir-pikir lagi. Songong banget hidup yang udah hampir 20 sekian tahun ini *eehm... gue selalu berpikir gue ini udah mandiri se mandiri-mandirinya deh. Gue emang jarang banget melibatkan banyak orang dalam urusan yang gue anggep pribadi. Tapi bukan berarti gue ga butuh orang lain ya... Ini cuma masalah biasa dan enggak biasa aja kok. Biasanya buat hal-hal yang gue anggep udah bisa gue selesein sendiri, ya gue ga bakalan banyak omong. Dan malah gue suka lupa kalo gue lagi ada masalah.haha...maap aja gue bukan tipe yang suka mikir-mikir begitu ya. Kadang-kadang kalo lagi gondok banget atau lagi sensi banget dan ga ada penyalurannya sama sekali *secara maki-maki orang yang lagi gue keselin juga enggak bisa* biasanya gue nulis. yang paling gampang si nulis kutukan di status twitter. Mulut gue lebih berbahaya kalo udah menyumpah serapah begitu ya...beware!!! Ortu juga jarang banget terlibat dalam masalah-masalah gue, itu adalah salah satu kehebatan gue juga karena dapet kepercayaan penuh dari Ortu. *Maaf walau sebenernya udah banyak ngecewain*. Bersyukur banget gue bisa punya orangtua yang enggak terlalu ikut campur dan sangat pengertian sama anaknya yang songong. Trims ya...mom & dad *Ehhm.. Akhir-akhir ini berhubung tanggal ulang tahun gue yang semakin deket, gue jadi sering keingetan juga. selama 20 sekian tahun ini seinget gue belom pernah gue ngambil satu keputusan yang "Besar", yang berarti itu bakalan nentuin kemana arah hidup gue ini untuk seterus seterusnya lagi. Gue tipe yang lurus-lurus aja. Saking lurusnya sampe-sampe di depan ada tembok,ada tong sampah, ada jurang juga gue masih tetep jalan lurus.hahaha.... Gue udah sangat mandiri dan hidup terpisah dari orang tua gue. Tapi gue belom bisa mutusin hidup gue ni mau di apain???? Gue si baru menikmati semua yang ada depan mata aja. Gue sama sekali belom ngambil putusan apapun tentang harus gimana, ngapain, apa yang gue mau, atau apa lah gitu... Kepikiran juga baru sekarang :p. Kayanya gue emang harus banyak-banyak baca buku rohanin biar punya tujuan hidup apa ya??? saking wolesnya gue sama hidup.... Gue liat temen-temen gue ada yang begini, ada yang begitu, yang sedih karena ini, yang punya masalah itu, yang udah jadi anu, yang masih berusaha jadi anu, rasanya gue seolah-olah keluar dari proses itu ya??Gue enggak pernah tau kemana takdir bakalan mendaratkan gue, seharusnya si enggak jelek-jelek banget takdir hidup gue ya??hahhaa... amiiiiiiiin!!!!
tulisan ini keren, kriteria yang di tulis menggambarkan itulah dia. sosok yang selalu bisa menghadapi dan menikmati hidupnya sendiri, dan itu sungguh luar biasa. dan itulah yang kenapa gue selalu bilang dia "coach" dan itu pas banget buat panggilan dia. jadi pengen tahu tentang hidupnya, pengen gue gali semua pengalaman hidup dia untuk jadi buku panduan gue.
"coach, kau hebat kali bah" mungkin kalimat yang tepat gue bilang secara tempat gue berdirih saat ini adalah ranah Medan :D. sekali lagi coach, tulisan hebat... ni dia orangnya ---> (
Sabtu, 02 Juni 2012
siapa dia ...
Siapa dia...? begitulah pertanyaanku belakangan ini. Siapa dia yang kini hadir dalam hitungan detik waktu yang aku lalui, siapa dia yang kini berirama dengan nada detak jantungku, siapa dia yang membuat imajinasi - imajinasi hebat dalam pikiranku, siapa dia yang membuat aku tidak lagi memikirkan kegelapan hari, lalu siapa dia yang telah membuat warna pelangi begitu indah. dan sekali lagi aku bertanya siapa dia ...? Tuhan, inikah tentang dia ...? Tuhan, apakah kau kirim dia untuk ku ...?
Kini dia adalah sosok yang menemani hari - hariku, menemani aktifitasku dan dia selalu meyakinkan aku untuk selalu tidak kalah melawan hari. Untuk mu (dia), aku hanya bisa berkata "welcome to my life" dan terima kasih untuk semua yang terjadi dalam hidupku belakangan ini. Aku selalu berharap tentang apa yang terjadi ini akan terus aku alami hanya denganmu (dia). Sekali lagi aku katakan "aku hanya ingin mengalami semua yang terjadi ini hanya denganmu (dia)"
Kini dia adalah sosok yang menemani hari - hariku, menemani aktifitasku dan dia selalu meyakinkan aku untuk selalu tidak kalah melawan hari. Untuk mu (dia), aku hanya bisa berkata "welcome to my life" dan terima kasih untuk semua yang terjadi dalam hidupku belakangan ini. Aku selalu berharap tentang apa yang terjadi ini akan terus aku alami hanya denganmu (dia). Sekali lagi aku katakan "aku hanya ingin mengalami semua yang terjadi ini hanya denganmu (dia)"
Jumat, 13 April 2012
ini hanya tentang nomer 24
Pada tanggal 08 April 2012 maka aku ucapan welcome 24 thn, dan kini kau hadir menggantikan posisi pendahulumu yaitu 23 thn untuk menempati kursi di pundak kehidupanku. Seperti biasa aku katakan pada semua hitungan angka usia yang hinggap di tubuhku, bahwa aku punya permintaan dan pastilah permintaanku adalah sebuah harapan dan doa yang terbaik selama kalian ada dalam tubuhku. Dan kali ini aku katakan hal ini padamu 24 thn selaku pengganti angka 23 thn dalam hidupku.
Sesungguhnya kedatangan angka 24 thn ini sangatlah kurang sempurna, apalagi melihat hitungan yang cukup lumayan matang untuk usia 24 thn. Sebelumnya aku mendambakan, saat malam perpisahan antara usia 23 thn dengan tubuh ini dan disaat itu pula datangnya usia 24 tahun. Ada sosok hawa yang mungkin belahan jiwaku membawakan sebuah kue tart cokelat persegi dengan ukuran 10 x 10 cm ditambah satu batang lilin kecil berwarna biru tepat ada di depan mataku. Atau tiga potong donat cokelat diatas piring yang di tata menumpuk dan tidak lupa lilin kecil berwana biru ditengah lingkaran donat tersaji di depan mataku, maka sempurnalah kedatanganmu wahai usia 24 thn. Tapi semua itu tidak terjadi dan itu hanya harapan untuk mengawali usia 24 thn dan dilanjutkan harapan - harapan baik yang lainnya.
Sekarang angka 24 sudah hinggap di pundak tubuh ini, dan aku persilahkan kau duduk dalam kursi tubuh ini walau tak sesuai yang aku dambakan saat kau datang. Tetapi aku tidak menyalahkan kedatangmu, aku juga tidak akan membebani usia ini dengan hal - hal sering di bilang orang suatu keharuskan dalam usia ini. Sekali lagi aku katakan padamu wahai 24 thn, bahwa kau adalah sahabatku untuk satu tahun mengarungi kehidupan duniaku. Aku hanya berharap padamu 24 thn, jangan kau dengarkan ocehan - ocehan yang sering bukan urusanmu. Karena yang aku tahu, kau hanyalah menemaniku tanpa harus terbebani hal - hal yang tidak penting selain kebersamaan dan doa kita berdua untuk harapan yang terbaik dan indah di akhir nanti.
Usia bukankah hanya hitungan angka, dan bukan beban yang harus diukur dengan beratnya hitungan tersebut. Maka mari kita sambut satu tahun kedepan dalam zona 24 thn ini untuk harapan yang terbaik, mari kita berjalan menikmatinya, mari kita melangkah dengan kedewasaan untuk suatu keberhasilan. Dan di akhir nanti saat kau bernjak pergi untuk di gantikan penerusmu maka kau tinggalkan suatu hal yang indah dan baik untuk di lanjutkan oleh usia 25 thn.
Mari kita bersama menempuh ini semua dengan tugas masing - masing. dan kau 24 thn, cukuplah kau duduk di tubuh ini serta mengingatkanku akan dirimu ada dalam tubuhku, serta memotivasiku untuk selalu menjalani yang terbaik karena hidupku hanya sementara di dunia ini. Dan aku juga tidak tahu usiaku endingnya pada angka berapa untuk berada di dunia ini. Maka aku hanya ingin bersemangat menempuh usia 24 thn ini, dan mari jalani kebersamaan tubuh dengan usia 24 thn ini tanpa harus terbebani oleh apapun dan siapapun.
Sesungguhnya kedatangan angka 24 thn ini sangatlah kurang sempurna, apalagi melihat hitungan yang cukup lumayan matang untuk usia 24 thn. Sebelumnya aku mendambakan, saat malam perpisahan antara usia 23 thn dengan tubuh ini dan disaat itu pula datangnya usia 24 tahun. Ada sosok hawa yang mungkin belahan jiwaku membawakan sebuah kue tart cokelat persegi dengan ukuran 10 x 10 cm ditambah satu batang lilin kecil berwarna biru tepat ada di depan mataku. Atau tiga potong donat cokelat diatas piring yang di tata menumpuk dan tidak lupa lilin kecil berwana biru ditengah lingkaran donat tersaji di depan mataku, maka sempurnalah kedatanganmu wahai usia 24 thn. Tapi semua itu tidak terjadi dan itu hanya harapan untuk mengawali usia 24 thn dan dilanjutkan harapan - harapan baik yang lainnya.
Sekarang angka 24 sudah hinggap di pundak tubuh ini, dan aku persilahkan kau duduk dalam kursi tubuh ini walau tak sesuai yang aku dambakan saat kau datang. Tetapi aku tidak menyalahkan kedatangmu, aku juga tidak akan membebani usia ini dengan hal - hal sering di bilang orang suatu keharuskan dalam usia ini. Sekali lagi aku katakan padamu wahai 24 thn, bahwa kau adalah sahabatku untuk satu tahun mengarungi kehidupan duniaku. Aku hanya berharap padamu 24 thn, jangan kau dengarkan ocehan - ocehan yang sering bukan urusanmu. Karena yang aku tahu, kau hanyalah menemaniku tanpa harus terbebani hal - hal yang tidak penting selain kebersamaan dan doa kita berdua untuk harapan yang terbaik dan indah di akhir nanti.
Usia bukankah hanya hitungan angka, dan bukan beban yang harus diukur dengan beratnya hitungan tersebut. Maka mari kita sambut satu tahun kedepan dalam zona 24 thn ini untuk harapan yang terbaik, mari kita berjalan menikmatinya, mari kita melangkah dengan kedewasaan untuk suatu keberhasilan. Dan di akhir nanti saat kau bernjak pergi untuk di gantikan penerusmu maka kau tinggalkan suatu hal yang indah dan baik untuk di lanjutkan oleh usia 25 thn.
Mari kita bersama menempuh ini semua dengan tugas masing - masing. dan kau 24 thn, cukuplah kau duduk di tubuh ini serta mengingatkanku akan dirimu ada dalam tubuhku, serta memotivasiku untuk selalu menjalani yang terbaik karena hidupku hanya sementara di dunia ini. Dan aku juga tidak tahu usiaku endingnya pada angka berapa untuk berada di dunia ini. Maka aku hanya ingin bersemangat menempuh usia 24 thn ini, dan mari jalani kebersamaan tubuh dengan usia 24 thn ini tanpa harus terbebani oleh apapun dan siapapun.
Sabtu, 07 April 2012
just question
Malam ini aku coba berteriak kembali, mencoba membuka mulut yang
selalu membisu karena suatu keadaan hidup. Tetapi kenyataan bahwa
mulutku hanya bisa diam untuk meneriakan keadaan ini, dan tidak bisa
berteriak seperti harapanku di malam - malam sebelumnya. Ingin rasanya
suaraku laksana guntur yang berkumandang riang
tanpa peduli apapun yang diterpanya di saat hujan. Menghacurkan segala bentuk yang
menghalangi teriakannya, dan tak ada seorangpun yang bisa memarahi dia
untuk berhenti berteriak. Itulah hebatnya guntur dengan suara yang hebat untuk berkumandang riang saat hujan turun kebumi.
Keadaan hidup ini yang membuatku bisu tak bersuara, tapi aku harus menyalahkan siapa atas keadaan ini. Tidak mungkin aku menyalahkan orang tua yang telah mengantarku untuk hidup kedunia, atau tidak mungkin pula aku marah kepada Tuhan yang telah menghembuskan nafasku kedunia. Memang sering aku memvonis keadaanku yang seperti tidak adil, tapi aku cukup sadar dan tahu percis bahwa diluar sana masih banyak yang lebih tidak beruntung lagi dari keadaanku. Aku juga tahu diluar sana banyak yang lebih kurang bahagia dariku dan lebih menyakitkan dari keadaahku.
Berbagai hal dan masalah ini cukup membuat aku lemah dan letih. Aku serasa tidak sanggup lagi menjalani ini sendiri, memikul semua kenyataan yang sebenarnya itu bukan kenyataan pada diriku atau tubuhku ini. Tuhan, kau yang tahu tentang apa yang aku pikirkan dan kau pun tahu tentang apa yang akan terjadi terhadapku. Tapi sekiranyalah kau berbaik hati untuk kali ini, berbaik hati saat hambamu ini mulai tidak seimbang menjalani perjalanan ini. Kaki ini serasa letih dan pegal saat aku berjalan, tangan ini serasa tak sanggup meraih akan apa yang aku lihat, dan mata ini seperti sayup ketika aku harus melihat kedepan yang begitu jauh disana. Tolonglah aku untuk kali ini, karena aku tidak mengerti harus kemana dan kepada siapa aku memohon. Yang aku tahu hanya kau yang memberi cobaan dan jalan keluarnya, aku cukup tidak peduli tentang arahan dari suara burung di sekelilingku yang selalu membuat aku bingung akan kicauan mereka.
Kini keadanku semakin tidak benar untuk dilihat, situasi yang kacau menimbulkan amarah di berbagai tempat yang aku singgahi. Keadaan ini sangat konyol, keadaan yang sulit aku lawan dengan otak yang ukuranya kecil di banding isi lambungku. Walau keadaan ini tidaklah membuatku untuk mengeluarkan amarahku terhadap cangkir kopi yang menemaniku malam ini, tetapi aku mengabaikan kopi panasku menjadi dingin karena pikiran yang melayang tidak jelas arah dan tujuan.
Sekali lagi tuhan, aku tidak perlu nyanyian tetangga rumahku untuk memberikan solusi yang sering kali membuat aku emosi. Untuk kali ini aku ingin dengarkan suaramu Tuhan untuk memberiku petunjuk, karena aku tidak ingin keadaan ini membuat semua menjadi aneh untuk esok hari. Tuhan jangan kau membuat pikiran selalu mempertanyakan keadaan ini, maka untuk malam ini semua tulisan ini hanya untuk bertanya kepada-MU.
Keadaan hidup ini yang membuatku bisu tak bersuara, tapi aku harus menyalahkan siapa atas keadaan ini. Tidak mungkin aku menyalahkan orang tua yang telah mengantarku untuk hidup kedunia, atau tidak mungkin pula aku marah kepada Tuhan yang telah menghembuskan nafasku kedunia. Memang sering aku memvonis keadaanku yang seperti tidak adil, tapi aku cukup sadar dan tahu percis bahwa diluar sana masih banyak yang lebih tidak beruntung lagi dari keadaanku. Aku juga tahu diluar sana banyak yang lebih kurang bahagia dariku dan lebih menyakitkan dari keadaahku.
Berbagai hal dan masalah ini cukup membuat aku lemah dan letih. Aku serasa tidak sanggup lagi menjalani ini sendiri, memikul semua kenyataan yang sebenarnya itu bukan kenyataan pada diriku atau tubuhku ini. Tuhan, kau yang tahu tentang apa yang aku pikirkan dan kau pun tahu tentang apa yang akan terjadi terhadapku. Tapi sekiranyalah kau berbaik hati untuk kali ini, berbaik hati saat hambamu ini mulai tidak seimbang menjalani perjalanan ini. Kaki ini serasa letih dan pegal saat aku berjalan, tangan ini serasa tak sanggup meraih akan apa yang aku lihat, dan mata ini seperti sayup ketika aku harus melihat kedepan yang begitu jauh disana. Tolonglah aku untuk kali ini, karena aku tidak mengerti harus kemana dan kepada siapa aku memohon. Yang aku tahu hanya kau yang memberi cobaan dan jalan keluarnya, aku cukup tidak peduli tentang arahan dari suara burung di sekelilingku yang selalu membuat aku bingung akan kicauan mereka.
Kini keadanku semakin tidak benar untuk dilihat, situasi yang kacau menimbulkan amarah di berbagai tempat yang aku singgahi. Keadaan ini sangat konyol, keadaan yang sulit aku lawan dengan otak yang ukuranya kecil di banding isi lambungku. Walau keadaan ini tidaklah membuatku untuk mengeluarkan amarahku terhadap cangkir kopi yang menemaniku malam ini, tetapi aku mengabaikan kopi panasku menjadi dingin karena pikiran yang melayang tidak jelas arah dan tujuan.
Sekali lagi tuhan, aku tidak perlu nyanyian tetangga rumahku untuk memberikan solusi yang sering kali membuat aku emosi. Untuk kali ini aku ingin dengarkan suaramu Tuhan untuk memberiku petunjuk, karena aku tidak ingin keadaan ini membuat semua menjadi aneh untuk esok hari. Tuhan jangan kau membuat pikiran selalu mempertanyakan keadaan ini, maka untuk malam ini semua tulisan ini hanya untuk bertanya kepada-MU.
Sabtu, 31 Maret 2012
Negeri Abu - Abu
Indonesia 30 Maret 2012
Kawan, dalam seminggu ini negeri tercinta kita dalam situasi yang sangat genting akibat rencana Pemerintah akan menaikan BBM bersubsidi. Setiap hari dan disetiap daerah dari sabang sampai merauke aksi demontrasi sedang marak terjadi.
Kawan, setiap hari dalam seminggu ini media elektronik dan cetak mengabarkan tentang bebagai aksi demontrasi. Demontrasi yang terjadi di negeri ini seakan mengingatkanku pada era reformasi tahun 1998 lalu. Dimana Fasilitas umum milik kita rata – rata hancur akibat emosi teman – teman mahasiswa dan masyarakat yang laksana bom meledak ditengah pusat kota. Fasilitas umum milik kita seperti lampu merah, pos polisi, pagar – pagar di jalan raya, atau gerbang kantor pemerintahan, mobil dinas pemerintah kita dll kini rusak akibat emosi teman – teman mahasiswa dan masyarakat yang demo. Keadaan teman – teman dan saudara – saudar kita yang marah di luar sana seperti mulai tidak percaya terhadap manusia – manusia yang mewakili mereka untuk duduk dengan mahkota yang kita pakaikan di kepala mereka untuk memimpin negeri permai tercinta ini. Dan keadaan itu sangat memperihatinkan untuk kita saksikan, karena peperangan terjadi sesama saudara – saudara kita sendiri.
Kawan, aku sangat tidak mengerti tentang ilmu pemerintahan ataupun politik. Tetapi aku sedikit memahamii akan keadaan kita dan saudara – saudara kita (Rakyat Indonesia) yang seperti dilupakan oleh mereka selaku tonggak perwakilan kita di senayan sana. Dan mereka seakaan tidak percaya lagi ketika orang – orang pemerintah yang semestinya mereka hormati kini mereka yang mewakilinnya malah menghianati karena korupsi dan hal – hal yang tidak pro rakyat.
Kawan, perang oposisi dan koalisi partai yang terjadi di negeri ini seakan hanya symbol untuk memperjuangkan kantong dan ketenaran mereka sendiri selaku oposisi dan koalisi. Bahkan ada partai – partai koalisi yang mulai membelot dari partai pemerintahan yang selaku raja karena kemenangan pemilu 2009 lalu. Lalu apakah hal seperti itu hanya sebagai cari muka menjelang pemilu 2014 karena keadan panas ini..? dan apakah partai oposisi benar – benar pro terhadap rakyat, atau hanya mencari muka agar rakyat merasa simpati kepada mereka sehingga memudahkan untuk pemilu 2014 nanti..? ataukah partai penguasa selaku pengisi tahta kepemerintahan seakan lupa terhadap kepercayaan rakyat berikan kepada mereka sampai mereka menaikan harga BBM saat keadan ekonomi rakyat tidak kondusif, dan itu seperti bom yang meledak di kehidupan mereka. Dan lihatlah sekarang, keadan teman – teman mahasiswa dan masyarakat seolah mereka tidak melihat lagi suatu kepercayaan terhadap orang – orang yang duduk dengan mahkota itu. Kemudian mereka melakukan demo di berbagai daerah dan ibu kota, dan begitu marak dengan anarkisme.
Kawan, lihatlah kabar ini dengan kepala dingin dan jangan dengan nafsu akibat media yang mengabarkan berita untuk mencari siapa yang salah dan benar. Lalu janganlah kita terpropokasi akibat pemberitaan atau isu - isu yang sering kita dengar hanya setengah dan belum sepenuhnya.
Kawan, dalam seminggu ini negeri tercinta kita dalam situasi yang sangat genting akibat rencana Pemerintah akan menaikan BBM bersubsidi. Setiap hari dan disetiap daerah dari sabang sampai merauke aksi demontrasi sedang marak terjadi.
Kawan, setiap hari dalam seminggu ini media elektronik dan cetak mengabarkan tentang bebagai aksi demontrasi. Demontrasi yang terjadi di negeri ini seakan mengingatkanku pada era reformasi tahun 1998 lalu. Dimana Fasilitas umum milik kita rata – rata hancur akibat emosi teman – teman mahasiswa dan masyarakat yang laksana bom meledak ditengah pusat kota. Fasilitas umum milik kita seperti lampu merah, pos polisi, pagar – pagar di jalan raya, atau gerbang kantor pemerintahan, mobil dinas pemerintah kita dll kini rusak akibat emosi teman – teman mahasiswa dan masyarakat yang demo. Keadaan teman – teman dan saudara – saudar kita yang marah di luar sana seperti mulai tidak percaya terhadap manusia – manusia yang mewakili mereka untuk duduk dengan mahkota yang kita pakaikan di kepala mereka untuk memimpin negeri permai tercinta ini. Dan keadaan itu sangat memperihatinkan untuk kita saksikan, karena peperangan terjadi sesama saudara – saudara kita sendiri.
Kawan, aku sangat tidak mengerti tentang ilmu pemerintahan ataupun politik. Tetapi aku sedikit memahamii akan keadaan kita dan saudara – saudara kita (Rakyat Indonesia) yang seperti dilupakan oleh mereka selaku tonggak perwakilan kita di senayan sana. Dan mereka seakaan tidak percaya lagi ketika orang – orang pemerintah yang semestinya mereka hormati kini mereka yang mewakilinnya malah menghianati karena korupsi dan hal – hal yang tidak pro rakyat.
Kawan, perang oposisi dan koalisi partai yang terjadi di negeri ini seakan hanya symbol untuk memperjuangkan kantong dan ketenaran mereka sendiri selaku oposisi dan koalisi. Bahkan ada partai – partai koalisi yang mulai membelot dari partai pemerintahan yang selaku raja karena kemenangan pemilu 2009 lalu. Lalu apakah hal seperti itu hanya sebagai cari muka menjelang pemilu 2014 karena keadan panas ini..? dan apakah partai oposisi benar – benar pro terhadap rakyat, atau hanya mencari muka agar rakyat merasa simpati kepada mereka sehingga memudahkan untuk pemilu 2014 nanti..? ataukah partai penguasa selaku pengisi tahta kepemerintahan seakan lupa terhadap kepercayaan rakyat berikan kepada mereka sampai mereka menaikan harga BBM saat keadan ekonomi rakyat tidak kondusif, dan itu seperti bom yang meledak di kehidupan mereka. Dan lihatlah sekarang, keadan teman – teman mahasiswa dan masyarakat seolah mereka tidak melihat lagi suatu kepercayaan terhadap orang – orang yang duduk dengan mahkota itu. Kemudian mereka melakukan demo di berbagai daerah dan ibu kota, dan begitu marak dengan anarkisme.
Kawan, lihatlah kabar ini dengan kepala dingin dan jangan dengan nafsu akibat media yang mengabarkan berita untuk mencari siapa yang salah dan benar. Lalu janganlah kita terpropokasi akibat pemberitaan atau isu - isu yang sering kita dengar hanya setengah dan belum sepenuhnya.
Senin, 26 Maret 2012
lagi - lagi sosial hidup yang kalian permasalahkan
kawan, hidup kalian sangat indah dan kalian sangat beruntung dengan keadaan itu menurut pandangan mataku. tapi bukankah arti kehidupan itu sama dan tanpa perbedaan dari sehelai benang yang menutupi tubuh ini. kawan aku sering mendengar dan melihat kalian memperbaharui setatus kalian di jejaring sosial, dan aku juga sering membaca tentang tulisan kalian. Bahkan dari kalian sering mengingatkan tentang apa yang akan kita bawa saat menghadap pencipta hidup ini, sering pula kalian bilang bahwa kita hanya di bekali selembar kain yang tak seberapa harganya yang akan membungkus kita dan itu juga akan cepat rapuh dan memudar dari tubuh kita saat kita berbaring di perut bumi.
kawan, cerita hidup kita memang beda dan kebutuhan kita juga berbeda. aku sadar bahwa materi sangatlah membantu kelangsungan hidup ini, bahkan materi sangat menunjang bagi kehidupan. tapi aku hanya memohon jangan jadikan materi adalah batasan sosial ini dan jangan jadikan pula materi sebagai tembok pemisah sosial kita.
lalau tetang profesi hidup kawan, bukankah itu hanya formalitas kita dan bukankah itu hanya alat pembantu kita untuk membantu kebutuhan kita terhadap kebutuhan materi selama keberadaan kita diatas bumi ini. tapi aku seakan merasa yakin kalau profesi bukanlah tolak ukur seberapa hebat kita menahan terpaan angin cobaan kehidupan ini. aku juga merasa yakin itu bukan suatu klimaks yang indah dan sempurna untuk keberadaan kehidupan kita selama berada di dunia ini.
maaf kawan bukan maksudku untuk menggurui kehidupan kalian melalui tulisan ini, tapi aku hanya merasa marah saat mendengar goresan pena kalian yang selalu membanggakan profesi kalian. dan aku hanya ingin mengingatkan bahwa tolak ukur kehidupan kita bukan dari segi itu. bukankah kehidupan kita diukur dari seberapa baik dan buruknya kita selama berada di dunia ini.
aku hanya menyayangkan hal - hal seperti itu, dan mungkin aku hanya salah satu dari generasi kita yang tak seberuntung kalian. maka dari itu, aku cukup merasakan saat aku tidak seberuntung kalian dan rasanya cukup sulit, seperti hidup ini hanya ditopang oleh ranting kecil tua dan rapuh dan keadaan itu cukup menguras emosi dan materi, tapi kenyataan itu terus aku perjuangkan walau aku hanya seperti ini dan berbeda dari kalian.
kawan pergunakan hidup kalian bukan banggakan kehidupan kalian. kawan gunakan hidup kalian bukan nikmati hidup kalian. dan itu akan cukup membawa kalian pada definisi kehidupan di dunia yang sesungguhnya, itu saja
kawan, cerita hidup kita memang beda dan kebutuhan kita juga berbeda. aku sadar bahwa materi sangatlah membantu kelangsungan hidup ini, bahkan materi sangat menunjang bagi kehidupan. tapi aku hanya memohon jangan jadikan materi adalah batasan sosial ini dan jangan jadikan pula materi sebagai tembok pemisah sosial kita.
lalau tetang profesi hidup kawan, bukankah itu hanya formalitas kita dan bukankah itu hanya alat pembantu kita untuk membantu kebutuhan kita terhadap kebutuhan materi selama keberadaan kita diatas bumi ini. tapi aku seakan merasa yakin kalau profesi bukanlah tolak ukur seberapa hebat kita menahan terpaan angin cobaan kehidupan ini. aku juga merasa yakin itu bukan suatu klimaks yang indah dan sempurna untuk keberadaan kehidupan kita selama berada di dunia ini.
maaf kawan bukan maksudku untuk menggurui kehidupan kalian melalui tulisan ini, tapi aku hanya merasa marah saat mendengar goresan pena kalian yang selalu membanggakan profesi kalian. dan aku hanya ingin mengingatkan bahwa tolak ukur kehidupan kita bukan dari segi itu. bukankah kehidupan kita diukur dari seberapa baik dan buruknya kita selama berada di dunia ini.
aku hanya menyayangkan hal - hal seperti itu, dan mungkin aku hanya salah satu dari generasi kita yang tak seberuntung kalian. maka dari itu, aku cukup merasakan saat aku tidak seberuntung kalian dan rasanya cukup sulit, seperti hidup ini hanya ditopang oleh ranting kecil tua dan rapuh dan keadaan itu cukup menguras emosi dan materi, tapi kenyataan itu terus aku perjuangkan walau aku hanya seperti ini dan berbeda dari kalian.
kawan pergunakan hidup kalian bukan banggakan kehidupan kalian. kawan gunakan hidup kalian bukan nikmati hidup kalian. dan itu akan cukup membawa kalian pada definisi kehidupan di dunia yang sesungguhnya, itu saja
Minggu, 18 Maret 2012
kopi hitam manisku
sebuah cangkir kembali menghampiri meja kerjaku malam ini, tak bukan dan tak lain itu adalah kopi hitam yang manis tersaji lagi untuk malam ini. entah apa makna dari secangkir kopi hitam manis malam ini, secara mataku belum ngantuk dan aku masih bisa melanjutkan aktifitasku didepan komputer ini tanpa harus ada secangkir kopi.
hari ini salah seorang teman terbaikku yang sudah seperi abangku telah meminang seorang wanita untuk jadi pendamping hidupnya. "congratulations" kawan semoga pilihanmu adalah cita - cita dan tercipta untuk menutupi kelemahan dirimu dan mengendalikan kelebihan dirimu. aku cukup senang dan bangga akan semua perjuanganmu selama ini, kau cukup hebat dan kau bagai inspirator kaum adam yang ada di sampingmu. kawan kejadian hari ini aku tuliskan dalam goresan tinta hidupku, aku jadikan syair dalam hidupku dan aku gambarkan dalam pandanganku untuk aku melangkah.
kecerianmu kawan membuat aku iri, membuat aku memikirkan akan pribadiku. aku ingin sepertimu tapi aku bukanlah kamu. aku juga tidak tahu apa yang menjadi jalanmu untuk seperti itu, aku bahkan tidak mengerti tentang alunan langkah kakimu. yang aku tahu bahwa aku bukan kamu dan kamu bukan aku yang bisa sama dalam satu tujuan hidup di dunia ini. kawan aku hanya bisa berdoa untuk bisa sepertimu, walau aku tahu itu hanya sebatas doa dan aku juga tahu kalau hidup setiap manusia pastilah tidak sama karena itulah Tuhan sangat hebat. Tuhan menciptakan berjuta manusia dan begitu pula dengan jalan hidup mereka yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya.
secangkir kopi manis laksana ceritaku kawan, cerita yang hitam tapi manis bahkan cerita manis tapi hitam. rasa dan warna kopi itu seperti aku yang sampai detik ini aku masih belum bisa dan menemukan yang bisa menyentuh hatiku untuk meyakinkan diri ini seperti dirimu yang telah menemukannya kawan. ceritaku sangat aneh kawan, sangat rumit dan sangat membosankan karena ending yang selalu gagal. aku jenuh seakan aku tak bisa menemukan rumus - rumus tentang arti pasangan hidup. tapi aku cukup tahu bahwa Tuhan lebih adil dan lebih tahu tentang siapa yang akan ada di sampingku kelak.
kawan, ternyata secangkir kopi malam ini seperti menggambarkan cerita cintaku. aku tahu kalau aku bukan kamu dan kamu bukan aku, tapi aku akan berusaha untuk bisa sepertimu walau aku tahu ceritaku tidak akan sama sepertimu. aku hanya berharap, rasa semangatmu dan perjuanganmu akan hinggap dalam diriku.
hari ini salah seorang teman terbaikku yang sudah seperi abangku telah meminang seorang wanita untuk jadi pendamping hidupnya. "congratulations" kawan semoga pilihanmu adalah cita - cita dan tercipta untuk menutupi kelemahan dirimu dan mengendalikan kelebihan dirimu. aku cukup senang dan bangga akan semua perjuanganmu selama ini, kau cukup hebat dan kau bagai inspirator kaum adam yang ada di sampingmu. kawan kejadian hari ini aku tuliskan dalam goresan tinta hidupku, aku jadikan syair dalam hidupku dan aku gambarkan dalam pandanganku untuk aku melangkah.
kecerianmu kawan membuat aku iri, membuat aku memikirkan akan pribadiku. aku ingin sepertimu tapi aku bukanlah kamu. aku juga tidak tahu apa yang menjadi jalanmu untuk seperti itu, aku bahkan tidak mengerti tentang alunan langkah kakimu. yang aku tahu bahwa aku bukan kamu dan kamu bukan aku yang bisa sama dalam satu tujuan hidup di dunia ini. kawan aku hanya bisa berdoa untuk bisa sepertimu, walau aku tahu itu hanya sebatas doa dan aku juga tahu kalau hidup setiap manusia pastilah tidak sama karena itulah Tuhan sangat hebat. Tuhan menciptakan berjuta manusia dan begitu pula dengan jalan hidup mereka yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya.
secangkir kopi manis laksana ceritaku kawan, cerita yang hitam tapi manis bahkan cerita manis tapi hitam. rasa dan warna kopi itu seperti aku yang sampai detik ini aku masih belum bisa dan menemukan yang bisa menyentuh hatiku untuk meyakinkan diri ini seperti dirimu yang telah menemukannya kawan. ceritaku sangat aneh kawan, sangat rumit dan sangat membosankan karena ending yang selalu gagal. aku jenuh seakan aku tak bisa menemukan rumus - rumus tentang arti pasangan hidup. tapi aku cukup tahu bahwa Tuhan lebih adil dan lebih tahu tentang siapa yang akan ada di sampingku kelak.
kawan, ternyata secangkir kopi malam ini seperti menggambarkan cerita cintaku. aku tahu kalau aku bukan kamu dan kamu bukan aku, tapi aku akan berusaha untuk bisa sepertimu walau aku tahu ceritaku tidak akan sama sepertimu. aku hanya berharap, rasa semangatmu dan perjuanganmu akan hinggap dalam diriku.
Minggu, 04 Maret 2012
setiap detik seperti malam
Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti menjadi hari. Tetapi semua itu terasa tak mempunyai arti ketika hati ini kosong, tak ada arti serasa aku berjalan dalam kegelapan malam dan yang aku tahu hanya hening, sepi dan senyap yang ditemani dingin angin.
Hal seperti ini sering aku alami dalam berbagai keadaan dan perjalanan kehidupanku. Problema sering kali menerpa raga ini seperti halnya angin yang menerpa pepohonan di gurun pasir. Tetapi itu adalah kenyataan yang harus aku perjuangkan dan yang harus aku lawan. Lengan baju aku sisihkan, aku usap tetesan keringat yang bercucuran dan kulawan terik panas mentari yang menemani kehidupan, tetapi itu semua belumlah sempurna untuk menjadikan aku kuat. Aku butuh doa' dan motivasi dari orang tua, adik - adik aku dan juga keluargaku. Dan itu juga belumlah sampai pada klimaks dukungan yang aku butuhkan, dan kenyataannya sampai detik ini juga aku masih merasa sepi dan sendiri.
Aku butuh dia sebagai penyempurna motivasi dan menjadikan kekuatan terbesar dalam hidup aku untuk menjalani kehidupan ini. Aku ingin merubah detik dalam hidupku, karena selama ini aku merasa malam selalu ada dalam detik kehidupanku. Setiap detiku terasa hening dan dingin seperti merasakan malam dalam detik karena perasaanku seperti itu. Aku tahu aku salah dalam mengambil suatu keputusan dalam hubungan kita, tetapi aku hanya manusia biasa yang selalu berubah dalam setiap keadaan. Saat ini kau kembali hadir dalam kehidupanku, kau mulai ada dalam hariku dan kau membuat rasa itu hadir untuk yang kedua kalinya. Aku meminta sebuah pernyataanmu tentang harapan, dan kamu bilang harapan itu akan selalu ada untuku. Tapi pada kenyataannya, sampai hari ini kamu terdiam dan membisu saat aku mempertanyaakan tentangmu untuku. Kamu katakan bahwa dirimu takut tentang kejadian dulu, tapi kamu katakan kamu masih sayang kepadaku. Dan dari keadaan itu aku cukup sabar menunggu untuk meyakinkan hatimu. Walau aku serasa seperti menjalani hari dengan detik seperti suasana malam yang sunyi.
Aku masih menunggu sampai saat aku menulis ini, aku ingin kita kembali. Aku merindukan manjamu, menantikan dirimu yang selalu manja didepanku dan dirimu selalu melakukan itu walau di depan Ibu mu. Kembalilah seperti kemarin, seperti hariku yang berwarna karena adanya dirimu. Jangan jadikan hariku gelap seperti ini.
Hal seperti ini sering aku alami dalam berbagai keadaan dan perjalanan kehidupanku. Problema sering kali menerpa raga ini seperti halnya angin yang menerpa pepohonan di gurun pasir. Tetapi itu adalah kenyataan yang harus aku perjuangkan dan yang harus aku lawan. Lengan baju aku sisihkan, aku usap tetesan keringat yang bercucuran dan kulawan terik panas mentari yang menemani kehidupan, tetapi itu semua belumlah sempurna untuk menjadikan aku kuat. Aku butuh doa' dan motivasi dari orang tua, adik - adik aku dan juga keluargaku. Dan itu juga belumlah sampai pada klimaks dukungan yang aku butuhkan, dan kenyataannya sampai detik ini juga aku masih merasa sepi dan sendiri.
Aku butuh dia sebagai penyempurna motivasi dan menjadikan kekuatan terbesar dalam hidup aku untuk menjalani kehidupan ini. Aku ingin merubah detik dalam hidupku, karena selama ini aku merasa malam selalu ada dalam detik kehidupanku. Setiap detiku terasa hening dan dingin seperti merasakan malam dalam detik karena perasaanku seperti itu. Aku tahu aku salah dalam mengambil suatu keputusan dalam hubungan kita, tetapi aku hanya manusia biasa yang selalu berubah dalam setiap keadaan. Saat ini kau kembali hadir dalam kehidupanku, kau mulai ada dalam hariku dan kau membuat rasa itu hadir untuk yang kedua kalinya. Aku meminta sebuah pernyataanmu tentang harapan, dan kamu bilang harapan itu akan selalu ada untuku. Tapi pada kenyataannya, sampai hari ini kamu terdiam dan membisu saat aku mempertanyaakan tentangmu untuku. Kamu katakan bahwa dirimu takut tentang kejadian dulu, tapi kamu katakan kamu masih sayang kepadaku. Dan dari keadaan itu aku cukup sabar menunggu untuk meyakinkan hatimu. Walau aku serasa seperti menjalani hari dengan detik seperti suasana malam yang sunyi.
Aku masih menunggu sampai saat aku menulis ini, aku ingin kita kembali. Aku merindukan manjamu, menantikan dirimu yang selalu manja didepanku dan dirimu selalu melakukan itu walau di depan Ibu mu. Kembalilah seperti kemarin, seperti hariku yang berwarna karena adanya dirimu. Jangan jadikan hariku gelap seperti ini.
Rabu, 22 Februari 2012
harapan sederhana
Kala pagi itu datang,
dan teriakan sang ayam yang menjadi tanda hari akan dimulai. Aku selalu
berharap kamu yang pertama mengucapkan selamat pagi untuk aku dan
memberi motivasi untuk aku menghadapi hari. Sering aku berandai suatu
pagi nanti saat aku membuka mata di kamar tidurku dan wajahmulah yang
pertama yang aku lihat. lalu kau ucapkan kalimat selamat pagi, dengan
manjanya dirimu membawa segelas teh manis hangat sebagai tanda bahwa
aku harus hangat dan manis menghadapi hari.
Itu adalah pagi yang selalu aku impikan, menjadi awal suatu hari untuk menjemput malam dengan senyuman karena suasana pagi yang kau berikan menjadi tameng diriku untuk menaklukan aktifitas hari. Pagi yang kau berikan membuat kuat semua kaum adam yang merasakannya, dan aku berharap adam paling beruntung adalah aku. Berharap kau adalah pendingin suasana hatiku saat bara api kehidupan membuat aku mulai keluar arah, dan saat itu juga kau meredupkan bara api itu hanya dengan hitungan detik. Aku juga berharap kau adalah genggaman tanganku, untuk menghabiskan waktu di siang hari karena panas mentari yang bisa merubah emosi kaum adam kehilangan dirinya sampai akhirnya malam itu datang.
Saat sore datang aku seakan tak merasa berat menjalani siang hari karena genggaman tanganmu yang yang menaklukan emosiku dan selalu meyakinkan aku untuk bisa. Pada akhirnya malam datang dan kau kembali yang mengucapkan selamat malam dengan manjamu dan membawaku untuk bersiap menghadapi besok bersama - sama. Lalu aku cium keningmu menandakan bahwa kau yang sempurna yang ada di sampingku dan aku adalah adam yang paling beruntung memilikimu.
Itulah harapan sederhana untuk pendampingku kelak nanti, harapan hanya harapan tapi itu adalah doa dan tujuan. Semoga terkabul dan nyata terjadi...
Itu adalah pagi yang selalu aku impikan, menjadi awal suatu hari untuk menjemput malam dengan senyuman karena suasana pagi yang kau berikan menjadi tameng diriku untuk menaklukan aktifitas hari. Pagi yang kau berikan membuat kuat semua kaum adam yang merasakannya, dan aku berharap adam paling beruntung adalah aku. Berharap kau adalah pendingin suasana hatiku saat bara api kehidupan membuat aku mulai keluar arah, dan saat itu juga kau meredupkan bara api itu hanya dengan hitungan detik. Aku juga berharap kau adalah genggaman tanganku, untuk menghabiskan waktu di siang hari karena panas mentari yang bisa merubah emosi kaum adam kehilangan dirinya sampai akhirnya malam itu datang.
Saat sore datang aku seakan tak merasa berat menjalani siang hari karena genggaman tanganmu yang yang menaklukan emosiku dan selalu meyakinkan aku untuk bisa. Pada akhirnya malam datang dan kau kembali yang mengucapkan selamat malam dengan manjamu dan membawaku untuk bersiap menghadapi besok bersama - sama. Lalu aku cium keningmu menandakan bahwa kau yang sempurna yang ada di sampingku dan aku adalah adam yang paling beruntung memilikimu.
Itulah harapan sederhana untuk pendampingku kelak nanti, harapan hanya harapan tapi itu adalah doa dan tujuan. Semoga terkabul dan nyata terjadi...
Jumat, 03 Februari 2012
Kehidupan Baru
senin
tanggal 24 merupakan akhir minggu di bulan Januari 2012 dan pagi itu si bos
lebih awal masuk kantor dari biasanya, aku pikir mungkin si bos masuk lebih
awal karena ada kerjaan yang mesti dia pikirkan dan butuh suasana pagi kantor
saat itu. pagi itu aku cukup cuek dengan keberadaan si bos di ruangannya, dan
aku segera mengisi absen harianku dan melanjutkan langkahku ke ruangan dapur
kantor untuk menuangkan kopi moca kedalam cangkir dan menikmatinya sebelum
melakukan aktifitasku bekerjaku sehari - hari. kopi moca panaspun tersaji dari
tanganku ini, dan sebatang rokok aku keluarkan dari bungkusnya. lengkaplah
sudah pagi itu, minum kopi moca sambil merokok itu merupakan kebiasaan laki -
laki umum di Indonesia saat pagi hari dan salah satunya adalah aku.
setelah
setengah cangkir kopi aku nikmati dan hampir dua batang rokok dalam hitungan 10
menit aku duduk di ruangan dapur kantor, terdengarlah suara si bos memanggil
aku untuk menghadap keruangannya. sisa rokok batang kedua yang sedang aku
nikmati segera aku matikan dan bergegas untuk menghadap dia. lalu duduklah aku
di kursi panas pas di depan wajah dan tatapan sang bos. saat aku duduk aku
tidak bepikir apapun di luar sekenario kerjaan aku, dan aku hanya berpikir
bahwa si bos hanya akan menanyakan target - target project dan sudah berapa
persen pekerjaannya pada pagi itu. tetapi pagi itu aku salah prediksi, dan
ternyata tugas baru dan area baru yang akan aku terima dari si bos sehingga dia
menyuruhku menghadap pagi itu. terkejut dan cukup kaget walaupun bingar -
bingar tentang project di area baru itu sudah terdengar dari minggu - minggu
sebelumnya, karena sifatnya yang belum pasti maka dari itu aku cukup acuh tak
acuh tentang kabar itu sebelumnya. dan sampai kenyataan itu datang aku belum
siap dari segi mental, karena project ini harus aku jalankan sendiri tanpa team
- team hebat yang membantuku seperti di area yang sekarang aku jalani yaitu
sumbagut / sumatera bagian utara.
apapun
kenyataan pagi itu, yang pasti aku harus berangkat dan memulai dari awal dengan
suasana baru. Palembang (Sumatera Selatan) adalah area baru dalam tugas untuk
menyelesaikan project kali ini, dan aku cukup kosong tentang pengetahuan kota
Palembang dan sekitarnya. aku hanya tahu kota itu dari atlas dan profil Sea
Games ke 26 pada tahun kemarin dan itu juga dari televisi. saat itu mental aku
cukup down dan tegang karena harus berangkat dan tinggal sendiri tanpa ada
seorangpun yang aku kenal di sana, tetapi teman - teman terhebat dalam hidupku
meyakinkanku bahwa aku bisa menjalankan kehidupan baru itu. setelah mendengar
nasihat - nasihat mereka, semangat mulai aku tanamkan dalam diriku untuk bisa
mengawali kehidupan baru itu. disisi lain aku juga harus malu kalau aku kalah
oleh mental cemen yang sempat hinggap dalam hatiku, karena nasihat - nasihat
yang aku dengar keluar dari teman - teman terhebat aku dan mereka pernah
mengalami hal ini sebelum aku. serta lebih hebatnya lagi mereka adalah para
wanita dan merupakan wanita - wanita kartini yang aku kenal yang tidak takut
dengan sosial, daerah, dan lingkungan baru yang harus mereka jalankan sendiri
dan sekalipun itu di luar provinsi ataupun pulau.
malam
sebelum keberangkatan dan setelah berkemas semua kebutuhanku untuk keberadaanku
selama disana ternyata mataku sangat sulit untuk aku pejamkan, mungkin bawaan
tegang sehingga mata juga ikut - ikut tegang. padahal dengan penerbangan JT221
adalah pesawat penerbangan pertama yang akan mengantar keberangkatanku dan aku
harus chek in di bandara Polonia pada pukul 04.00 wib pagi. karena penerbangan Medan
- Palembang tidak ada yang langsung dan aku hasur transit di Jakarta terlebih
dahulu untuk melanjutkan penerbangan ke
Palembang dengan pesawat yang lain dan itu akan membuat perjalananku cukup
melelahkan. akhirnya mataku bisa aku pejamkan pada pukul 02.00 wib pagi dan tak
lupa alarm Hp aku pasang jam 03.00 wib pagi karena aku gak mau ketinggalan
pesawat.
akhirnya
waktu itu datang dan aku terbang dari Medan menuju Jakarta pukul 05.45 wib
sesampai di Jakarta pukul 08.10 wib. saat sampai di Jakarta teman - teman aku
sudah menunggu di bandara untuk sekedar ketemu karena sebelum keberangkatan aku
dari Medan ke Jakarta aku sudah mengabari mereka untuk ketemu di bandara walau
aku hanya transit. kebetulan transitnya cukup lama yaitu 2 jam menjelang
keberangkatan dari Jakarta menuju Palembang dan itu cukup waktu untuk kami
ngobrol dan sarapan bersama. senang lihat teman - teman sekampungku dan bisa
kumpul kembali, dan rasanya saat itu aku ingin membatalkan penerbangan ke
Palembang tetapi disisi lain aku tak mau jadi pengecut menghindari kepercayaan
yang sudah dikasih sama si bos dan aku juga tidak mau menghilangkan
kesempatanku untuk mempelajari bagaimana saat aku harus berdiri sendiri tanpa
siapapun yang aku kenal dan dimanpun aku berdiri. akhirnya godaan itu bisa aku
kalahkan dengan dorongan hatiku. lagian kalaupun aku menggagalkan penerbangan
ke Palembang aku juga bakalan di omelin sama teman - temanku yang datang ke
bandara saat itu.
tiba
saatnya untuk aku chek in penerbangan ke Palembang, pelukan sahabat dan
lambaian sahabat di luar pintu chek ini bandara soeta membuat langkahku berat
dan lagi - lagi perasaan tegang yang timbul. lalu aku yakinkan kembali kepada
hatiku bahwa aku harus pergi ke Palembang. akhirnya rungan chek in bisa aku
lewati dan kembali duduk di ruangan penerbangan ke Palembang, saati itu suara
para penumpang sangat asing aku dengar dan muka - muka mereka sangat asing.
karena selama ini aku aering terbang ke Medan bukan Palembang dan biasanya aku
sering melihat orang - orang batak di ruangan tunggu dan intonasi keras dari
suara mereka tapi kali ini suara keras itu tidak aku dengar dan intonasiny beda
serta tidak ada orang - orang batak dalam penerbanganku kali ini. mataku lihat
kanan dan kiri berharap ada keajaiban tuhan yang mempertemukan aku dengan orang
yang aku kenal walau aku aku tahu itu mustahil dan pada akhirnya itu memang
mustahil dan nihil.
akhirnya
tiba juga jam keberangkatanku ke Palembang, pesawat sudah siap untuk di
landaskan dan para penumpangpun memasangkan sabuk pengaman mereka masing -
masing. setelah 1 jam kurang 5 menit akhirnya sampai di kota Palembang yang
terkenal dengan mpek - mpek dan jembatan ampera yang membelah sungai musi.
bandaranya masih terlihat rapih dari tata ruangan dengan photo modo dan modi
sepeninggalan Sea Games ke 26 tahun 2011 kemarin.
Selasa, 17 Januari 2012
lagi - lagi hidupku yang ini dan bukan yang itu . . . .
Kringgg #### bunyi Hanphone di kantong celana jeans ku di pagi ini, ternyata itu telephone dari Ibu di kampung sana. Beliau menyampaikan kabar tentang penyakit yang di derita dia selama sepuluh tahun belakangan ini, berbagai solusi dan medis serta alternatif yang dia jalankan merasa gagal karena sampai detik ini juga dia masih merasa hal yang sama yaitu nihil. Beliau bilang, ada kemungkinan dari segala sesuatu yang terjadi selama ini kepada keluarga kami adalah dari sebuah tempat dimana kami tinggal yaitu rumah kecil kami yang di bangun dari hasil keringat Ayah. Percaya dan kadang tidak tentang hal - hal seperti ini, tapi memang ada yang kelihatan nyata, walaupun pikiranku tentang hal itu masih belum sampai pada puncak 100%, tetapi aku harus belajar untuk melihat tentang budaya dan kepercayaan para orang tua pendahulu kita karena mereka berpengalaman tentang hal itu pernah ada dan terjadi.
Situasi yang cukup sulit ketika Ibu bilang "gimana kalau kita mulai lagi dari nol, dengan tempat baru walau itu hanya sebatas gubuk kecil". Pernyataan itu membuat aku berpikir panjang, bukan tentang keadaan yang akan aku terima karena sebuah gubuk kecil atau hal yang harus kami mulai dari nol lagi. Tetapi yang membuat aku sulit yaitu bagaimana untuk mengawali membangun dari nol ini, apalagi adik - adik aku yang belum mengerti tentang polemik kehidupan dan bagaimana psikologis mereka dan itu salah satu yang membuat aku hari ini tidak fokus dengan aktifitasku tapi aku harus profesional walau pikiran ini entah kemana.
Aku percaya Allah SWT itu baik dan tidak ada yang lebih baik kecuali DIA, dan aku percaya tentang apa yang terjadi kemarin, hari ini, dan esok adalah hal yang di berikan DIA berupa kebaikan buat keluargaku. Walau terkadang sebagai manusia, kita tidak luput dari rasa amarah yang menimbulkan berbagai kata - kata yang harusnya tidak kita keluarkan karena kita mempunyai Allah SWT yang maha sempurna.
Mungkin untuk saat ini aku bilang "lagi - lagi hidupku yang ini dan bukan yang itu" dan aku sadar kalimat itu adalah kalimat yang salah untuk di ucapkan, tapi aku hanya manusia dan tidak mempunyai kesempurnaan.
Situasi yang cukup sulit ketika Ibu bilang "gimana kalau kita mulai lagi dari nol, dengan tempat baru walau itu hanya sebatas gubuk kecil". Pernyataan itu membuat aku berpikir panjang, bukan tentang keadaan yang akan aku terima karena sebuah gubuk kecil atau hal yang harus kami mulai dari nol lagi. Tetapi yang membuat aku sulit yaitu bagaimana untuk mengawali membangun dari nol ini, apalagi adik - adik aku yang belum mengerti tentang polemik kehidupan dan bagaimana psikologis mereka dan itu salah satu yang membuat aku hari ini tidak fokus dengan aktifitasku tapi aku harus profesional walau pikiran ini entah kemana.
Aku percaya Allah SWT itu baik dan tidak ada yang lebih baik kecuali DIA, dan aku percaya tentang apa yang terjadi kemarin, hari ini, dan esok adalah hal yang di berikan DIA berupa kebaikan buat keluargaku. Walau terkadang sebagai manusia, kita tidak luput dari rasa amarah yang menimbulkan berbagai kata - kata yang harusnya tidak kita keluarkan karena kita mempunyai Allah SWT yang maha sempurna.
Mungkin untuk saat ini aku bilang "lagi - lagi hidupku yang ini dan bukan yang itu" dan aku sadar kalimat itu adalah kalimat yang salah untuk di ucapkan, tapi aku hanya manusia dan tidak mempunyai kesempurnaan.
Sabtu, 24 Desember 2011
kuningan oh kuningan..!! aku ingin pulang.
Sebuah kabupaten kecil di provinsi jawa barat yang jarang orang - orang ketahui di Indonesia ini. tapi bagiku itu adalah daerah terindah yang ada di Indonesia karena mempunyai sejarah secara pribadi untuk aku. disitulah aku di lahirkan, lalu di besarkan dan di didik secara formal maupun non formal dan berkembang untuk dewasa yang ditemani panorama asli gunung ciremai. Begitu banyak cerita dari masa ke masa yang aku alami di daerah itu, mulai dari aku lahir, belajar jalan, dan sampai jenjang sekolah dan itu membuat aku rindu untuk kembali ke kampung halamanku.
malam ini aku melihat status seorang teman yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung ke kuningan dan itu cukup membuat aku iri dan ingin segera pulang kesana malam ini juga. tapi apa daya keberadaanku yang cukup jauh karena aku berada di luar pulau jawa dan ada di pulau sumatera tepatnya di sumatera utara (Medan). melihat kenyataan semua itu pasti salalu timbul pertanyaan - pertanyaan baik internal maupun external tentang kenapa aku berada jauh dari kampung halaman..??? jawabannya cukup mudah sih, yaitu adalah pilihan hidup. ini pilihan hidup aku dan aku memilih untuk ini serta aku cukup sadar tentang konsekuensinya jika aku harus jauh dari daerah / kampung halamanku. resiko ini sudah aku pertimbangkan dan perhitungkan secara matang - matang, tentang dampak yang akan aku alami ketika aku ingat tentang orang tua, adik - adik aku yang super bandel, lalu sepupu aku yang begitu banyak dan sangat riang ketika mereka berkumpul dan kamarku yang super jorok dengan hiasan styrofoam yang di penuhi photo - photo pribadi bersama teman - temanku. kenyataan ini cukup aku sadari karena suatu hari nanti aku akan merindukan itu.
apa kabar kamar jorok ..??? apa kabar kawan sekampung ...??? apa kabar mantan pacarku ...??? apa kabar, hai Kuningan ..???. itulah kenyataanku sekarang ini, yang hanya bisa menyapa dari dunia maya. memang hal ini akan membuat aku BT seharian ketika mengingat semuanya. sungguh rindu aku akan daerah itu, suasana pagi dengan teriakan ibu untuk membangunkan aku dan Fajar adik pertamaku di pagi hari dan juga suasana si bungsu yang selalu ribut kalau mau berangkat sekolah padahal sekolah dia tidak jauh dari rumah kami, dasar Faldy. yang paling indah di pagi hari adalah sarapan serabi si nenek di tambah goreng oncom kesukaanku (bu jangan lupa ya, kalau anak mu pulang di siapkan sarapan itu lagi). lalu kgiatan si babeh yang tidak lupa dengan kopi dan ditemani rokok kretek di pagi hari untuk mengawali aktifitasnya, dan itu adalah kebiasaan buruk versi medis tapi si babeh tetap aja seperti itu.
lebaran cepat datang dong....!!! aku sudah tidak sabar untuk menikmati suasana rumah kecil keluargaku, aku juga tidak sabar saat Faldy selalu nantang abangnya ini main Playstation 2 dan Fajar selalu menjadi pengganggu saat kami bertanding. aku tidak sabar dengan suasana itu, aku ingin cepat pulang pada cuti kerja lebaran tahun besok. disisi lain lebaran tahun besok jika aku pulang sudah tidak ada lagi sosok hawa spesial yang menemani hari - hari aku saat berada di kampung halaman, tapi itu tidak menjadikan halangan aku untuk segera pulang ketika waktu itu datang karena saat ini yang aku rindukan hanya keluargaku dan aktifitas mereka pada rumah kecil kami.
malam ini aku melihat status seorang teman yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung ke kuningan dan itu cukup membuat aku iri dan ingin segera pulang kesana malam ini juga. tapi apa daya keberadaanku yang cukup jauh karena aku berada di luar pulau jawa dan ada di pulau sumatera tepatnya di sumatera utara (Medan). melihat kenyataan semua itu pasti salalu timbul pertanyaan - pertanyaan baik internal maupun external tentang kenapa aku berada jauh dari kampung halaman..??? jawabannya cukup mudah sih, yaitu adalah pilihan hidup. ini pilihan hidup aku dan aku memilih untuk ini serta aku cukup sadar tentang konsekuensinya jika aku harus jauh dari daerah / kampung halamanku. resiko ini sudah aku pertimbangkan dan perhitungkan secara matang - matang, tentang dampak yang akan aku alami ketika aku ingat tentang orang tua, adik - adik aku yang super bandel, lalu sepupu aku yang begitu banyak dan sangat riang ketika mereka berkumpul dan kamarku yang super jorok dengan hiasan styrofoam yang di penuhi photo - photo pribadi bersama teman - temanku. kenyataan ini cukup aku sadari karena suatu hari nanti aku akan merindukan itu.
apa kabar kamar jorok ..??? apa kabar kawan sekampung ...??? apa kabar mantan pacarku ...??? apa kabar, hai Kuningan ..???. itulah kenyataanku sekarang ini, yang hanya bisa menyapa dari dunia maya. memang hal ini akan membuat aku BT seharian ketika mengingat semuanya. sungguh rindu aku akan daerah itu, suasana pagi dengan teriakan ibu untuk membangunkan aku dan Fajar adik pertamaku di pagi hari dan juga suasana si bungsu yang selalu ribut kalau mau berangkat sekolah padahal sekolah dia tidak jauh dari rumah kami, dasar Faldy. yang paling indah di pagi hari adalah sarapan serabi si nenek di tambah goreng oncom kesukaanku (bu jangan lupa ya, kalau anak mu pulang di siapkan sarapan itu lagi). lalu kgiatan si babeh yang tidak lupa dengan kopi dan ditemani rokok kretek di pagi hari untuk mengawali aktifitasnya, dan itu adalah kebiasaan buruk versi medis tapi si babeh tetap aja seperti itu.
lebaran cepat datang dong....!!! aku sudah tidak sabar untuk menikmati suasana rumah kecil keluargaku, aku juga tidak sabar saat Faldy selalu nantang abangnya ini main Playstation 2 dan Fajar selalu menjadi pengganggu saat kami bertanding. aku tidak sabar dengan suasana itu, aku ingin cepat pulang pada cuti kerja lebaran tahun besok. disisi lain lebaran tahun besok jika aku pulang sudah tidak ada lagi sosok hawa spesial yang menemani hari - hari aku saat berada di kampung halaman, tapi itu tidak menjadikan halangan aku untuk segera pulang ketika waktu itu datang karena saat ini yang aku rindukan hanya keluargaku dan aktifitas mereka pada rumah kecil kami.
Jumat, 23 Desember 2011
dibalik putih abu-abu pakaianku
Puber, energik, solideritas tinggi, merasa paling merdeka, selalu riang di dalam ruangan dan hal-hal yang indah lainnya terjadi masa itu, masa dimana kejayaan diri dibalik baju yang di pakai saat itu yakni putih abu-abu. putih abu - abu adalah 3 thn yang mempunyai makna luas dan cerita yang sangat panjang walau terasa begitu cepat.
Terlintas dalam ingatanku tentang seragam putih abu - abu yang aku tempel di salah satu dinding kamarku yang jauh berada disana pada sore ini. masih terbayang jelas kotor, jorok dan penuh coretan yang tidak beraturan yang teman - temanku tulis dalam baju itu. sehelai baju dan celana itu jadi saksi tentang kekuasaan jati diriku di masa itu. oh putih abu - abu, adalah sebuah gerbang awal untuk aku menjelma menjadi sosok aku saat ini yang tak pernah aku tahu mau jadi apa aku esok hari.
Jika aku memikirkan tentang 3 thn itu, senyum kecil selalu terpancar di bibirku. entah malu, senang, atau hal apa yang terjadi dan aku juga tidak memahami karena yang aku tahu saat aku menulis ini adalah teman - temanku dimasa itu, mantan-mantan pacarku, almamater sekolahku, lalu hal - hal narsis untuk mencari style dalam diri. kemana yah mereka semua, lalu apa kabar dengan mereka dan bagaimana tentang lokasi dan situasi masa itu dan sekarang karena sudah hampir 6 thn masa itu aku tinggalkan. kemudian kemana sosok kepala sekolah yang tak pernah senyum, dan seakan dia gak mau menjual senyumannya, pak satpam yang mudah kami sogok dengan rokok sebungkus untuk membuka gerbang saat kami telat masuk sekolah dan kekonyolan lain seperti merokok di toilet yang super bau, lalu bakwan beli satu hajar dua, mie instan pengganti nasi yang habis dikala jam istirahat datang dan kupat serta goreng oncom si teteh di kantin kekuasaan bersama teman - teman kemudian teriakan untuk anak - anak perempuan jika ada yang lewat depan gerbang sekolahku secara sekolahku dihuni oleh laki- laki semua tetapi aku bukan homo ko....!!!
Sisi lain tentang romantisme dalam pacaran di masa putih abu - abu sangat terasa dengan jelas. karena saat menjalin suatu hubungan di masa itu serasa api membara melebihi panas matahari. gejolak semangat sangat tinggi untuk menjalani awal aktifitas bersekolah karena pasangan yang selalu mengucapkan selamat pagi, begitu juga dengan semangat menjemput pulang sekolah karena sang pacar telah menanti di taman kota untuk sekedar ngobrol dan menunggu angkot yang mengantar kami pulang, dan hal - hal lain yang sangat banyak ceritanya untuk di ceritakan pada dunia tentang indahnya romantisme masa itu.
itulah penjabaran tentang keindahan masa putih abu - abu versi saya, yang cukup sulit saya ceritakan lebih detail karena membutuhkan waktu yang cukup panjang..he,,he,,
Terlintas dalam ingatanku tentang seragam putih abu - abu yang aku tempel di salah satu dinding kamarku yang jauh berada disana pada sore ini. masih terbayang jelas kotor, jorok dan penuh coretan yang tidak beraturan yang teman - temanku tulis dalam baju itu. sehelai baju dan celana itu jadi saksi tentang kekuasaan jati diriku di masa itu. oh putih abu - abu, adalah sebuah gerbang awal untuk aku menjelma menjadi sosok aku saat ini yang tak pernah aku tahu mau jadi apa aku esok hari.
Jika aku memikirkan tentang 3 thn itu, senyum kecil selalu terpancar di bibirku. entah malu, senang, atau hal apa yang terjadi dan aku juga tidak memahami karena yang aku tahu saat aku menulis ini adalah teman - temanku dimasa itu, mantan-mantan pacarku, almamater sekolahku, lalu hal - hal narsis untuk mencari style dalam diri. kemana yah mereka semua, lalu apa kabar dengan mereka dan bagaimana tentang lokasi dan situasi masa itu dan sekarang karena sudah hampir 6 thn masa itu aku tinggalkan. kemudian kemana sosok kepala sekolah yang tak pernah senyum, dan seakan dia gak mau menjual senyumannya, pak satpam yang mudah kami sogok dengan rokok sebungkus untuk membuka gerbang saat kami telat masuk sekolah dan kekonyolan lain seperti merokok di toilet yang super bau, lalu bakwan beli satu hajar dua, mie instan pengganti nasi yang habis dikala jam istirahat datang dan kupat serta goreng oncom si teteh di kantin kekuasaan bersama teman - teman kemudian teriakan untuk anak - anak perempuan jika ada yang lewat depan gerbang sekolahku secara sekolahku dihuni oleh laki- laki semua tetapi aku bukan homo ko....!!!
Sisi lain tentang romantisme dalam pacaran di masa putih abu - abu sangat terasa dengan jelas. karena saat menjalin suatu hubungan di masa itu serasa api membara melebihi panas matahari. gejolak semangat sangat tinggi untuk menjalani awal aktifitas bersekolah karena pasangan yang selalu mengucapkan selamat pagi, begitu juga dengan semangat menjemput pulang sekolah karena sang pacar telah menanti di taman kota untuk sekedar ngobrol dan menunggu angkot yang mengantar kami pulang, dan hal - hal lain yang sangat banyak ceritanya untuk di ceritakan pada dunia tentang indahnya romantisme masa itu.
itulah penjabaran tentang keindahan masa putih abu - abu versi saya, yang cukup sulit saya ceritakan lebih detail karena membutuhkan waktu yang cukup panjang..he,,he,,
Senin, 12 Desember 2011
kekuasaan yang katanya berningrat...
melihat lingkunganku seakan memperihatinkan, karena suatu kekuasaan terdapat pada pundak generasi awal yang seringkali memaksa regenerasinya untuk ikut masuk kedalam kawasan kehidupannya, yang sialanya itu bukan keinginan regenerasinya.
polemik kehausan tentang jabatan dan pendapatan ekonomi semata yang dianggap sebagai jaminan hidup adalah sebuah keserakahan pendahulu kita. lalu tentang pengalaman hidup sering mereka jadikan senjata untuk membunuh keinginan dan cita - cita kita selaku regenerasi yang tak sepaham dengan tujuan dan ambisi mereka. memang aroma hidup adalah nilai angka, dan ekonomi menjadi suatu kepentingan yang sangat berarti dalam kelangsungan hidup kita karena perut ini tak boleh kosong, tetapi apakah kita tak mempunyai hak untuk kehidupan kita sendiri tentang apa yang kita inginkan dan harapkan dikemudian hari.
ini hanya sebatas kesimpulanku tentang pandanganku terhadap kehidupan yang ada di daerahku. dan ini sebatas argumen diriku terhadap curahan teman - temanku yang sering mengumandang di kamar tidurku dan seakan mereka berteriak tentang ketidak adilan dari sebuah pertarungan cinta. teman - temanku sering mengeluh dibalik anugerah cinta yang tuhan berikan kepada mereka dikalahkan oleh ekonomi semata, karena mereka kalah oleh anak - anak dari generasi yang katanya bermateri lebih dan cukup. ini adalah sebuah kenyataan yang cukup ironis menurutku dimana anugerah cinta yang seharusnya dirasakan untuk sebuah kebahagian dikalahkan oleh hitungan angka yang dibilang ekonomi. dan aku cukup sedih melihat anugerah tuhan yang diberikan dikalahkan oleh penggila ekonomi yang tidak mengerti dan tidak tahu tentang arti cinta dan hidup. bukankah cinta adalah sebuah anugerah yang tak ada bandingannya, dan bukankah hidup adalah misteri dan gelap tentang hari esok. lalu, bukankah pencarian kebutuhan ekonomi akan kita jalani dengan sendirinya oleh setiap invididu manusia, dan bukankah itu sama seperti yang kalian lakukan wahai penggila ekonomi.
penggila ekonomi di daerahku berbagai jenis bentuknya, lihat para pejabat tanpa sebuah penghargaan dikampungku atau daerah yang sering berlaga seaakan mereka adalah raja penguasa singgasana kampung atau daerahnya. seakan lucu terdengar di telinga ketika mereka tertawa terbahak - bahak dan membanggakan jabatan yang tak ada artinya di mata dunia. menurutku mereka hanya golongan perusak kaum petani atau kaum masyarakat bawah penunggu beras bulog bulanan untuk mencukupi stock gudang di rumahnya, walau mereka adalah penghasil beras tiap tahunnya tapi mereka harus menunggu beras bulog karena beras yang mereka hasilkan harus mereka jual untuk memenuhi kebutuhan lainnya. golongan pejabat, golongan guru - guru, kepala sekolah adalah beberapa golongan yang selalu beranggapan bahwa mereka adalah golongan tertinggi dan beranggapan lingkungan mereka hanyalah lingkungan yang minim pendidikan sehingga mereka selalu menunjukan bahwa sejatinya mereka adalah orang yang berpengatahuan lebih dari masyarakat lainnya. jumlah golongan ini sangat sedikit sehingga sangatlah kuat bagi mereka untuk memperdaya kaum bawah yang ada disekitarnya. lalu golongan pengusaha tahan melek yang beranggapan hanya mereka pemilik saham yang hebat dan membuat mereka membusungkan dada di banding masyarakat bawah lainnya. golongan - golongan ini seperti menerapkan sifat ningrat tanpa ras darah biru kepada generasi mereka, ketika golongan - golongan tersebut mendengar dan mengetahui bahwa generasi mereka memilik suatu anugerah cinta dengan golongan bawah atau masyarakat kecil dan itu bagaikan kiamat yang sudah terlihat jelas di depan mata mereka. lalu kaum - kaum bawah selalu berfikir extra ketika mendengar anak - anak mereka mempunyai ketertarikan atau menjalin hubungan cinta terhadap golongan itu. bahkan golongan ningrat tanpa ras darah biru ini selalu menjadikan kalimat - kalimat tentang jaminan kelangsungan hidup generasinya jika kelak berjodoh dengan anak - anak kaum bawah.
kenyataan ini bagaikan sebuah generasi awal yang sangat kacau balau, yang hanya melihat kebutuhan ekonomi akan terpenuhi dengan layak jika anak - anaknya berkedudukan sama seperti mereka saat ini. dan sebuah regenerasi yang rusak ketika regenerasi ini tidak sepaham dan tidak sependapat dengan orang tua generasi pendahulunya tentang keinginan dan cita - cita mereka, kemudian polemik ini akan menimbulkan suatu pemberontakan atau suatu rasa tekanan yang diharuskan kalaupun regenerasi ini mengikuti keinginan dari para generasi pendahulunya. bukankah generasi awal pendahulu itu ada untuk mendidik, memotifasi, memberi jalan, mengawasi regenerasinya ke arah yang lebih baik terhadap jalan kehidupannya.
kami mempunyai jalan hidup kami yang sudah jelas dan tertulis dalam takdir kami, dan biarkan kami yang menentukan sendiri kehidupan kami untuk hari esok. cukup tuntunlah kami, awasi kami, luruskan kami ketika kami mulai keluar jalur benar karena kami tahu kalian adalah generasi awal yang berpengalaman tentang dunia dan kehidupan ini serta doa kan kami karena kami tahu tanpa doa orang tua kami bukanlah apa - apa. lalu tentang hidup, jodoh atau cinta dan rezeki biarkan datang sendirinya karena hanya Allah SWT yang tahu dan itu sudah tertulis jelas dalam note-NYA selaku pemilik hidup dan mati kita.
ini bukan sebuah pemberontakan dan juga bukan suatu penganugerahan gelar terhadap siapapun. ini hanya sebatas kiasan ucapan yang menginginkan tentang hidup kami seutuhnya selaku regenerasi orang tua. dan biarkan anugerah tuhan berupa cinta dan jodoh yang diberikan kepada kami berjalan dengan sendirinya. lalu tentang kebutuhan hidup, biarkan saja kami yang menentukan karena kami hidup untuk memperjuangkan hidup kami. dan sekali lagi cukup doa kan kami supaya kami bisa berhasil dan membanggakan buat kalian para orang tua generasi pendahulu kami, karena tanpa doa kalian kami bukan apa - apa.
tulisan ini hanya mengutarakan bahwa kami ingin membuktikan kalau kami bisa lebih baik dan mengangkat harkat dan martabat orang tua dan keluarga dengan cara yang benar sesuai keinginan kami sendiri.
polemik kehausan tentang jabatan dan pendapatan ekonomi semata yang dianggap sebagai jaminan hidup adalah sebuah keserakahan pendahulu kita. lalu tentang pengalaman hidup sering mereka jadikan senjata untuk membunuh keinginan dan cita - cita kita selaku regenerasi yang tak sepaham dengan tujuan dan ambisi mereka. memang aroma hidup adalah nilai angka, dan ekonomi menjadi suatu kepentingan yang sangat berarti dalam kelangsungan hidup kita karena perut ini tak boleh kosong, tetapi apakah kita tak mempunyai hak untuk kehidupan kita sendiri tentang apa yang kita inginkan dan harapkan dikemudian hari.
ini hanya sebatas kesimpulanku tentang pandanganku terhadap kehidupan yang ada di daerahku. dan ini sebatas argumen diriku terhadap curahan teman - temanku yang sering mengumandang di kamar tidurku dan seakan mereka berteriak tentang ketidak adilan dari sebuah pertarungan cinta. teman - temanku sering mengeluh dibalik anugerah cinta yang tuhan berikan kepada mereka dikalahkan oleh ekonomi semata, karena mereka kalah oleh anak - anak dari generasi yang katanya bermateri lebih dan cukup. ini adalah sebuah kenyataan yang cukup ironis menurutku dimana anugerah cinta yang seharusnya dirasakan untuk sebuah kebahagian dikalahkan oleh hitungan angka yang dibilang ekonomi. dan aku cukup sedih melihat anugerah tuhan yang diberikan dikalahkan oleh penggila ekonomi yang tidak mengerti dan tidak tahu tentang arti cinta dan hidup. bukankah cinta adalah sebuah anugerah yang tak ada bandingannya, dan bukankah hidup adalah misteri dan gelap tentang hari esok. lalu, bukankah pencarian kebutuhan ekonomi akan kita jalani dengan sendirinya oleh setiap invididu manusia, dan bukankah itu sama seperti yang kalian lakukan wahai penggila ekonomi.
penggila ekonomi di daerahku berbagai jenis bentuknya, lihat para pejabat tanpa sebuah penghargaan dikampungku atau daerah yang sering berlaga seaakan mereka adalah raja penguasa singgasana kampung atau daerahnya. seakan lucu terdengar di telinga ketika mereka tertawa terbahak - bahak dan membanggakan jabatan yang tak ada artinya di mata dunia. menurutku mereka hanya golongan perusak kaum petani atau kaum masyarakat bawah penunggu beras bulog bulanan untuk mencukupi stock gudang di rumahnya, walau mereka adalah penghasil beras tiap tahunnya tapi mereka harus menunggu beras bulog karena beras yang mereka hasilkan harus mereka jual untuk memenuhi kebutuhan lainnya. golongan pejabat, golongan guru - guru, kepala sekolah adalah beberapa golongan yang selalu beranggapan bahwa mereka adalah golongan tertinggi dan beranggapan lingkungan mereka hanyalah lingkungan yang minim pendidikan sehingga mereka selalu menunjukan bahwa sejatinya mereka adalah orang yang berpengatahuan lebih dari masyarakat lainnya. jumlah golongan ini sangat sedikit sehingga sangatlah kuat bagi mereka untuk memperdaya kaum bawah yang ada disekitarnya. lalu golongan pengusaha tahan melek yang beranggapan hanya mereka pemilik saham yang hebat dan membuat mereka membusungkan dada di banding masyarakat bawah lainnya. golongan - golongan ini seperti menerapkan sifat ningrat tanpa ras darah biru kepada generasi mereka, ketika golongan - golongan tersebut mendengar dan mengetahui bahwa generasi mereka memilik suatu anugerah cinta dengan golongan bawah atau masyarakat kecil dan itu bagaikan kiamat yang sudah terlihat jelas di depan mata mereka. lalu kaum - kaum bawah selalu berfikir extra ketika mendengar anak - anak mereka mempunyai ketertarikan atau menjalin hubungan cinta terhadap golongan itu. bahkan golongan ningrat tanpa ras darah biru ini selalu menjadikan kalimat - kalimat tentang jaminan kelangsungan hidup generasinya jika kelak berjodoh dengan anak - anak kaum bawah.
kenyataan ini bagaikan sebuah generasi awal yang sangat kacau balau, yang hanya melihat kebutuhan ekonomi akan terpenuhi dengan layak jika anak - anaknya berkedudukan sama seperti mereka saat ini. dan sebuah regenerasi yang rusak ketika regenerasi ini tidak sepaham dan tidak sependapat dengan orang tua generasi pendahulunya tentang keinginan dan cita - cita mereka, kemudian polemik ini akan menimbulkan suatu pemberontakan atau suatu rasa tekanan yang diharuskan kalaupun regenerasi ini mengikuti keinginan dari para generasi pendahulunya. bukankah generasi awal pendahulu itu ada untuk mendidik, memotifasi, memberi jalan, mengawasi regenerasinya ke arah yang lebih baik terhadap jalan kehidupannya.
kami mempunyai jalan hidup kami yang sudah jelas dan tertulis dalam takdir kami, dan biarkan kami yang menentukan sendiri kehidupan kami untuk hari esok. cukup tuntunlah kami, awasi kami, luruskan kami ketika kami mulai keluar jalur benar karena kami tahu kalian adalah generasi awal yang berpengalaman tentang dunia dan kehidupan ini serta doa kan kami karena kami tahu tanpa doa orang tua kami bukanlah apa - apa. lalu tentang hidup, jodoh atau cinta dan rezeki biarkan datang sendirinya karena hanya Allah SWT yang tahu dan itu sudah tertulis jelas dalam note-NYA selaku pemilik hidup dan mati kita.
ini bukan sebuah pemberontakan dan juga bukan suatu penganugerahan gelar terhadap siapapun. ini hanya sebatas kiasan ucapan yang menginginkan tentang hidup kami seutuhnya selaku regenerasi orang tua. dan biarkan anugerah tuhan berupa cinta dan jodoh yang diberikan kepada kami berjalan dengan sendirinya. lalu tentang kebutuhan hidup, biarkan saja kami yang menentukan karena kami hidup untuk memperjuangkan hidup kami. dan sekali lagi cukup doa kan kami supaya kami bisa berhasil dan membanggakan buat kalian para orang tua generasi pendahulu kami, karena tanpa doa kalian kami bukan apa - apa.
tulisan ini hanya mengutarakan bahwa kami ingin membuktikan kalau kami bisa lebih baik dan mengangkat harkat dan martabat orang tua dan keluarga dengan cara yang benar sesuai keinginan kami sendiri.
Sabtu, 10 Desember 2011
thank you for the night 10-12-2011
semua di luar rencana, semua diluar sekenario tentang hari ini dan semua berawal dari senja sore ini diawali dengan kesendirianku di pinggir kolam ikan halaman rumah A-12 ini. Termenung kesendirian dibalik senja sembari memberi makan ikan gurame yang ada di kolam ini membuat aku cukup rileks dan santai tanpa suatu pikiran yang menguras batinku. suasana senja ini cukup tentram walau sedikit bising dengan lalau lalang kendaraan yang ada di jalan belakang rumah ini. tetapi aku cukup cuek dengan suara bising itu dan aku coba membawa imajinasiku dengan suasana alam karena saat itu percikan air mancur di kolam ikan yang ada didepanku membuat aku cukup tenang tanpa harus memikirkan suara lalu lalang kendaraan yang ada di jalan belakang rumah ini.
detik dan menit pun semakin bertambah yang menghasilkan penambahan waktu. si tetehpun datang dengan pacarnya, lalu sebuah kesepakatan tanpa materai itu tumbuh dengan sendirinya untuk makan malam dengan ikan bakar gurame dari kolam ini. bara api kami nyalakan dan ikan itu kami letakan di atas bara api itu lalu aroma wangi ikan bakar semakin tercium dengan jalas. sampai akhirnya tetangga, sekaligus teman dan sekaligus kakak yang rumahnya ada di samping komplek melintas di jalan belakang rumah kami sehingga bertambahlah anggota acara malam ini. kamipun tak sadarkan diri kalau membentuk dua grup dalam obrolan malam minggu yang di temani gerhana bulan malam ini. grup pertama adalah grup yang terdiri dari si teteh dan si kakak serta bahasan mereka yang berisi tentang cerita calon - calon ibu rumah tangga lalu grup kedua yang terdiri dari saya, pacar si teteh dan pacar si kakak serta dua mamang yang membahas tentang kerjaan maklum kami kan calon bapak - bapak. pokonya cukup indah malam ini dan terimakasih untuk suasana malam 10 Desember 2011.
detik dan menit pun semakin bertambah yang menghasilkan penambahan waktu. si tetehpun datang dengan pacarnya, lalu sebuah kesepakatan tanpa materai itu tumbuh dengan sendirinya untuk makan malam dengan ikan bakar gurame dari kolam ini. bara api kami nyalakan dan ikan itu kami letakan di atas bara api itu lalu aroma wangi ikan bakar semakin tercium dengan jalas. sampai akhirnya tetangga, sekaligus teman dan sekaligus kakak yang rumahnya ada di samping komplek melintas di jalan belakang rumah kami sehingga bertambahlah anggota acara malam ini. kamipun tak sadarkan diri kalau membentuk dua grup dalam obrolan malam minggu yang di temani gerhana bulan malam ini. grup pertama adalah grup yang terdiri dari si teteh dan si kakak serta bahasan mereka yang berisi tentang cerita calon - calon ibu rumah tangga lalu grup kedua yang terdiri dari saya, pacar si teteh dan pacar si kakak serta dua mamang yang membahas tentang kerjaan maklum kami kan calon bapak - bapak. pokonya cukup indah malam ini dan terimakasih untuk suasana malam 10 Desember 2011.
Kamis, 08 Desember 2011
dua wanita yang menginspiratif dalam daftar buku kehidupanku
Perjalanan hidup memang sangat misteri, kita tak bisa membayangkan apalagi melihat tentang apa yang akan kita alami esok dikemudian hari. Lalu dimanakah kita berada esok hari, dimana letak geografi, makan apa, senang atau sedihkah kita dan bahkan masih ada atau sudah tiadakah kita di dunia ini. Inilah suatu kenyataan dalam hidup kita, kenyataan yang sering membuat kita untuk menyusun beberapa schedule tentang hari esok untuk lebih baik dan lebih baik dari hari - hari sebelumnya. Tapi tidak sedikit juga individu ini mengalami depresi berat ketika semua rencana dan perjalanan mereka tidak sesuai dengan harapan mereka, bahkan individu ini sering menyalahkan hidup dan dirinya sendiri dan tidak sedikit pula mereke menyalahkan Tuhan.
Dari kenyataan itu aku sering mencari solusi tentang bekal apa yang harus aku persiapkan buat besok, lalu tentang kemana jalan yang harus aku tempuh. Lalu tidak sedikit pula pendapat yang aku kumpulkan dari para pendahulu kita sebagai pelaku awal dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.
Sekian lama aku riset tentang itu tapi hasilnya nihil alias kosong, secara tentang kehidupan esok kita cukup sulit untuk kita perhitungkannya. Ini artinya aku bukan menyerah ataupun pasrah, melainkan dengan ini aku menemukan sesuatu yang baru yang tak pernah aku sadari ada disampingku. Dan jawaban itu datang dari dua wanita sahabatku, mereka berinisial A dan P. Keduanya membuat aku kagum mendengarkan tentang cerita kehidupan mereka. Mereka cukup mampu menembus kehidupan yang mereka inginkan seperti yang mereka harapakan, bahkan saya perhatikan mereka sering tidak peduli tentang pandangan masyarakat umum dan mereka seperti menganut prinsip "nikmati hidup gua selagi itu positif dan gak merugikan orang lain".
Salah satu contoh dari mereka yaitu ketika si A melakukan suatu keinginan dalam diri tetapi dia harus menempuh suatu jarak yang cukup jauh serta tak ada satupun teman yang saat itu mau menemani dia melakukan hal itu, dan hal itu tidak membuat dia patah arang utk melakukan hal itu sampai akhirnya dia berhasil melakukan perjalan jauh itu dan memperjuangkan keinginan yang jadi harapannya walau sendirian. Kemudian tentang si P yang selalu memperjuangkan perjalanan karir dari masa sekolah, kuliah dan menjadi seorang pekerja yang membawa dia keluar dari pulau untuk menyebrang ke pulau lain tanpa satupun orang yang dia kenal menemaninya. Semua perjuangan mereka sangat membuat aku kagum pada sosok - sosok Kartini yang ternyata ada di sampingku.
Semangat kawan, dan cerita kalian adalah motifasiku...:-)
Dari kenyataan itu aku sering mencari solusi tentang bekal apa yang harus aku persiapkan buat besok, lalu tentang kemana jalan yang harus aku tempuh. Lalu tidak sedikit pula pendapat yang aku kumpulkan dari para pendahulu kita sebagai pelaku awal dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.
Sekian lama aku riset tentang itu tapi hasilnya nihil alias kosong, secara tentang kehidupan esok kita cukup sulit untuk kita perhitungkannya. Ini artinya aku bukan menyerah ataupun pasrah, melainkan dengan ini aku menemukan sesuatu yang baru yang tak pernah aku sadari ada disampingku. Dan jawaban itu datang dari dua wanita sahabatku, mereka berinisial A dan P. Keduanya membuat aku kagum mendengarkan tentang cerita kehidupan mereka. Mereka cukup mampu menembus kehidupan yang mereka inginkan seperti yang mereka harapakan, bahkan saya perhatikan mereka sering tidak peduli tentang pandangan masyarakat umum dan mereka seperti menganut prinsip "nikmati hidup gua selagi itu positif dan gak merugikan orang lain".
Salah satu contoh dari mereka yaitu ketika si A melakukan suatu keinginan dalam diri tetapi dia harus menempuh suatu jarak yang cukup jauh serta tak ada satupun teman yang saat itu mau menemani dia melakukan hal itu, dan hal itu tidak membuat dia patah arang utk melakukan hal itu sampai akhirnya dia berhasil melakukan perjalan jauh itu dan memperjuangkan keinginan yang jadi harapannya walau sendirian. Kemudian tentang si P yang selalu memperjuangkan perjalanan karir dari masa sekolah, kuliah dan menjadi seorang pekerja yang membawa dia keluar dari pulau untuk menyebrang ke pulau lain tanpa satupun orang yang dia kenal menemaninya. Semua perjuangan mereka sangat membuat aku kagum pada sosok - sosok Kartini yang ternyata ada di sampingku.
Semangat kawan, dan cerita kalian adalah motifasiku...:-)
Jumat, 18 November 2011
si Bewok dan mobilnya
Beberapa problem dalam project perusahaan membuat si BOS untuk menyusun sebuah team baru yaitu Team Investigasi yang beranggotakan Saya dan Si Bewok. Team Investigasi adalah sebutan saya dan si bewok tentunya, kenapa kami berdua mengatakn kami adalah Team Investigasi sebab kami di tugaskan oleh si Bos untuk menelusuri tentang apa dan mengapa yang terjadi di dalam project kami yang cukup lama terbengkalai baik di Site / Lokasi Project dan documen yang tak kunjung selesai.
Kota Pematang Siantar Kab Simalungun adalah awal kami mendapat tugas sebagai Team Investigasi, karena kebetulan disana project kami yang terbengkalai karena kurang satu set item yang belum terpasang di lokasi tersebut. Sore itu si bewok menghubungi saya untuk prepare lebih dini dari jam biasa kami masuk kerja, dan jam 06.00 wib adalah schedule si bewok untuk kami melakukan perjalanan ke kota Pematang Siantar. Dengan pakaian rapih si bewok pun memanaskan mobilnya di pagi itu, akupun duduk disamping pak supir alias si bewok. Mobilpun dipacu si bewok keluar halaman komplek kantor kami, dan suasana jalanan pagi itu masih lenggang secara kota Medan masih sedikit gelap karena posisi provinsi Sumatera Utara tepat berada di samping Provinsi Aceh yang kebetulan Aceh adalah ujung barat Republik Indonesia. Si bewokpun cukup kencang memacu mobilnya, dan dengan lagu Ratih Purwasih dalam tipe mobil sebagai penyemangat dia. Sembari mengisi kekosongan obrolan dalam perjalanan, kami pun saling bercanda mengejek satu sama lain. Aku terbiasa panggil si bewok kepada teman yang sedang mengemudikan mobil pagi itu karena berawal dari ejekanku terhadap dia, ditambah lagi ejekan tentang lagu lagu jadul Ratih Purwasih jaman aku belum lahir.
Gurau dan canda membuat perjalan kami cukup tak terasa, dan akhirnya kami tiba di kota tersebut pada jam 10.25 wib itu juga kalau gak salah. Sesampai disana kami pun menemui orang yang bersangkutan dengan permasalahan di lokasi Project kami. Lalu introgasi kamipun dimulai pada orang tersebut, mencari apa yang menjadi problem dan hambatan untuk Project tersebut. Setelah introgasi dan menemukan solusi dan jalan keluar akhirnya saya, si bewok, dan orang tersebut meluncur ke lokasi Project kami untuk melakukan pemasangan item yang menjadi kekurangan project tersebut. sekitar dua jam kami berada dilokasi untuk melakukan documentasi dan pemasanagan item yang menjadi kekurangan project, dengan gaya ala photogrpher kelas profesional si bewok pun melakukan pemotoan dan pengukuran tegangan untuk documentasi kekurangan perusahaan kami. Dan syukur alhamdullilah pada saat itu juga kami bisa menyelesaikan permasalahan di lokasi Project tanpa hambatan yang cukup sulit sehingga kami pulang ke kota Medan dengan membawa hasil yang maksimal untuk lokasi tersebut.
Selesai pekerjaan itu kamipun bergegas pulang ke Medan, lagi - lagi si bewok memacu mobilnya, namun siang itu jalanan cukup macet dan cuaca cukup panas. si bewok pun mengeluh kepanasan dan ketingalan menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 yang akan bertanding melawan Singapura dalam Sea Games ke 26 di stadion utama Gelora Bung Karno pada siang itu, walau kami hanya bisa menyaksikan siaran itu di Televisi. Rasa sesal si bewok tentang pertandingan itu seperti rasa sesal yang saya alami siang itu, secara kami berdua tidak dapat menyaksikan pertandingan itu. Sebernanya kami bisa saja menyaksikan pertandingan itu di perjalanan kami dengan berhenti di warung yang ada Televisinya. Cuman pada saat itu kami ingin cepat - cepat pulang ke Medan dan bisa bersantai di rumah. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menonton pertandingan itu dan segera pulang ke Medan. Lagi - lagi Ratih Purwasih yang di putar dalam tipe mobil yang kami kendarai siang itu, saya pun merasa jenuh dengan lagu si om bewok ini. Dengan kejenuhan itu saya matikan lagu Ratih Purwasih dan mengganti dengan siaran radio. Saat mencari siaran radio, tak sengaja saya mendapatkan siaran RRI dan sedang melakun siaran untuk pertandingan tentang timnas Indonesia vs Singapura. dan saya pun membiarkabnn RRI itu berkumandang menggantikan siaran Televisi yang tidak bisa kami saksikan, walaupun sedikit canggung karena kami tidak pernah menggantikan siaran sepak bola dari televisi ke radio.
Akhirnya kami sampai ke kota Medan dengan membawa dua hasil pekerjaan kami, yang pertama tentang project itu sendiri dan tentang pertandingan Timnas U-23 Indonesia vs Singapura yang dimenangkan oleh timnas Indonesia U-23 dari siaran radio RRI di mobil sibewok, itulah si bewok dan mobilnya yang mebawa kami pada keberhasilan dua pekerjaan sekaligus.
Gurau dan canda membuat perjalan kami cukup tak terasa, dan akhirnya kami tiba di kota tersebut pada jam 10.25 wib itu juga kalau gak salah. Sesampai disana kami pun menemui orang yang bersangkutan dengan permasalahan di lokasi Project kami. Lalu introgasi kamipun dimulai pada orang tersebut, mencari apa yang menjadi problem dan hambatan untuk Project tersebut. Setelah introgasi dan menemukan solusi dan jalan keluar akhirnya saya, si bewok, dan orang tersebut meluncur ke lokasi Project kami untuk melakukan pemasangan item yang menjadi kekurangan project tersebut. sekitar dua jam kami berada dilokasi untuk melakukan documentasi dan pemasanagan item yang menjadi kekurangan project, dengan gaya ala photogrpher kelas profesional si bewok pun melakukan pemotoan dan pengukuran tegangan untuk documentasi kekurangan perusahaan kami. Dan syukur alhamdullilah pada saat itu juga kami bisa menyelesaikan permasalahan di lokasi Project tanpa hambatan yang cukup sulit sehingga kami pulang ke kota Medan dengan membawa hasil yang maksimal untuk lokasi tersebut.
Selesai pekerjaan itu kamipun bergegas pulang ke Medan, lagi - lagi si bewok memacu mobilnya, namun siang itu jalanan cukup macet dan cuaca cukup panas. si bewok pun mengeluh kepanasan dan ketingalan menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 yang akan bertanding melawan Singapura dalam Sea Games ke 26 di stadion utama Gelora Bung Karno pada siang itu, walau kami hanya bisa menyaksikan siaran itu di Televisi. Rasa sesal si bewok tentang pertandingan itu seperti rasa sesal yang saya alami siang itu, secara kami berdua tidak dapat menyaksikan pertandingan itu. Sebernanya kami bisa saja menyaksikan pertandingan itu di perjalanan kami dengan berhenti di warung yang ada Televisinya. Cuman pada saat itu kami ingin cepat - cepat pulang ke Medan dan bisa bersantai di rumah. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menonton pertandingan itu dan segera pulang ke Medan. Lagi - lagi Ratih Purwasih yang di putar dalam tipe mobil yang kami kendarai siang itu, saya pun merasa jenuh dengan lagu si om bewok ini. Dengan kejenuhan itu saya matikan lagu Ratih Purwasih dan mengganti dengan siaran radio. Saat mencari siaran radio, tak sengaja saya mendapatkan siaran RRI dan sedang melakun siaran untuk pertandingan tentang timnas Indonesia vs Singapura. dan saya pun membiarkabnn RRI itu berkumandang menggantikan siaran Televisi yang tidak bisa kami saksikan, walaupun sedikit canggung karena kami tidak pernah menggantikan siaran sepak bola dari televisi ke radio.
Akhirnya kami sampai ke kota Medan dengan membawa dua hasil pekerjaan kami, yang pertama tentang project itu sendiri dan tentang pertandingan Timnas U-23 Indonesia vs Singapura yang dimenangkan oleh timnas Indonesia U-23 dari siaran radio RRI di mobil sibewok, itulah si bewok dan mobilnya yang mebawa kami pada keberhasilan dua pekerjaan sekaligus.
Selasa, 08 November 2011
kasihanilah anugerah cinta itu....
Cinta, satu kata berjuta definisi dan argumen serta pendapat bagi sipelaku cinta tersebut. Banyak orang tersenyum dan seakan terbang ketika cinta itu hinggap dihati mereka, tapi banyak pula orang yang merintis kesedihan karena cinta itu pergi. Sungguh hebat kata ini "Cinta", sehingga beribu bahkan berjuta kalimat dari kata Cinta menjadi suatu Lagu, Novel, Cerpen, Sinema, Film, dan sebagainya, karena Cinta sangat berwarna ceritanya.
Cinta adalah anugerah Tuhan terhadap kita, tergantung bagaimana kita sebagai pelaku menanggapi soal Cinta tersebut. Bagaimana pula kita menikmati dan menjalani tentang Cinta untuk satu kelengkapan hidup kita, sebagai suatu perjalanan dalam hidup kita karena Cinta pasti datang pada setiap individu manusia.
Dari berbagai definisi dan polemik Cinta yang ada pastilah kita mempunyai pandangan dan pendapat serta jalan untuk menjalaninya secara sendiri - sendiri dan pastilah kita akan menempuh itu semua secara sendiri karena Cinta berawal dari hati kita.
Indahnya Cinta yang dirasa sosok Adam dan Hawa terkadang jadi bahan pertimbangan dengan kata ekonomi di era dewasa ini, karena klimaks Cinta adalah jenjang suatu pernikahan didalam hubungan Cinta seorang Adam dan Hawa. Tapi ironisnya dengan Cinta yang selalu kandas dan kalah oleh ekonomi, bukankah Cinta itu adalah perasaan anugerah dari Tuhan dan ekonomi adalah kebutuhan hidup kita. Lalu kenapa itu selalu jadikan sinkronisasi untuk menikmati anugerah hebat yang Tuhan berikan.
Sungguh malang bagi si pelaku Cinta yang harus kandas dan kalah oleh ekonomi, lalu kemana hati nurani sosok pembunuh anugerah Tuhan ini, bukankah kalian juga mempunyai perasaan yang juga pernah merasakan anugerah yang sama yaitu Cinta. Biarkanlah mereka sipemilik Cinta untuk menikmati anugera terhebat yang Tuhan berikan untuk mereka, dan sadarlah bahwa ekonomi itu adalah jalan hidup yang sedang diperjuangkan oleh setiap individu manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka didunia. Dan sadarlah bahwa ekonomi hanya kebutuhan raga yang akan habis waktunya dan akan hilang setelah kita terbaring di dalam perut bumi ini.
Yakinlah bahwa Cinta tak ada hubungannya dengan ekonomi semata, maka bagi kalian yang menerima anugerah Tuhan paling hebat "Cinta" berjuanglah untuk menikmati anugerah itu.
Cinta adalah anugerah Tuhan terhadap kita, tergantung bagaimana kita sebagai pelaku menanggapi soal Cinta tersebut. Bagaimana pula kita menikmati dan menjalani tentang Cinta untuk satu kelengkapan hidup kita, sebagai suatu perjalanan dalam hidup kita karena Cinta pasti datang pada setiap individu manusia.
Dari berbagai definisi dan polemik Cinta yang ada pastilah kita mempunyai pandangan dan pendapat serta jalan untuk menjalaninya secara sendiri - sendiri dan pastilah kita akan menempuh itu semua secara sendiri karena Cinta berawal dari hati kita.
Indahnya Cinta yang dirasa sosok Adam dan Hawa terkadang jadi bahan pertimbangan dengan kata ekonomi di era dewasa ini, karena klimaks Cinta adalah jenjang suatu pernikahan didalam hubungan Cinta seorang Adam dan Hawa. Tapi ironisnya dengan Cinta yang selalu kandas dan kalah oleh ekonomi, bukankah Cinta itu adalah perasaan anugerah dari Tuhan dan ekonomi adalah kebutuhan hidup kita. Lalu kenapa itu selalu jadikan sinkronisasi untuk menikmati anugerah hebat yang Tuhan berikan.
Sungguh malang bagi si pelaku Cinta yang harus kandas dan kalah oleh ekonomi, lalu kemana hati nurani sosok pembunuh anugerah Tuhan ini, bukankah kalian juga mempunyai perasaan yang juga pernah merasakan anugerah yang sama yaitu Cinta. Biarkanlah mereka sipemilik Cinta untuk menikmati anugera terhebat yang Tuhan berikan untuk mereka, dan sadarlah bahwa ekonomi itu adalah jalan hidup yang sedang diperjuangkan oleh setiap individu manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka didunia. Dan sadarlah bahwa ekonomi hanya kebutuhan raga yang akan habis waktunya dan akan hilang setelah kita terbaring di dalam perut bumi ini.
Yakinlah bahwa Cinta tak ada hubungannya dengan ekonomi semata, maka bagi kalian yang menerima anugerah Tuhan paling hebat "Cinta" berjuanglah untuk menikmati anugerah itu.
Langganan:
Postingan (Atom)

